Keluar dari Penjara, Hoeness Ingin Kembali Pimpin Bayern  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Mark van Bomme, Uli Hoeness, Arjen Robben, Karl-Heinz Rummenigge, dan pelatih Louis van Gaal, merayakan keberhasilan Bayern Munich meraih dua Piala di Munich, Jerman (24/5). AP/dapd/Uwe Lein

    Dari kiri: Mark van Bomme, Uli Hoeness, Arjen Robben, Karl-Heinz Rummenigge, dan pelatih Louis van Gaal, merayakan keberhasilan Bayern Munich meraih dua Piala di Munich, Jerman (24/5). AP/dapd/Uwe Lein

    TEMPO.COJakarta - Uli Hoeness siap kembali menjadi Presiden Bayern Muenchen setelah menjalani hukuman penjara karena kasus penghindaran pajak. "Uli Hoeness siap menjadi kandidat untuk posisi Presiden FC Bayern Muenchen," demikian bunyi pernyataan di situs resmi klub (www.fcbayern.de) pada Senin, 8 Agustus 2016.

    Hoeness, 64 tahun, yang mengangkat trofi Piala Dunia bersama Jerman Barat pada 1974, memenangi tiga gelar Jerman dan tiga Piala Eropa bersama Bayern saat dia masih bermain sebelum menjadi direktur umum raksasa Jerman tersebut.

    Hoeness mendapat pujian karena memiliki andil membangun Bayern menjadi merek global. Dia pun ditunjuk menjadi presiden klub pada 2009 sebelum ditahan karena penghindaran pajak pada 2014. Ia divonis tiga setengah tahun hukuman penjara.

    Pemilihan untuk menemukan pengganti presiden petahana Karl Hopfner akan diselenggarakan pada pertemuan umum Bayern selanjutnya pada November mendatang.

    "Karl Hopfner tidak akan mengikuti pemilihan sebagai presiden atau untuk komite," lanjut pernyataan Bayern, seperti dilaporkan Reuters. "Ini telah disetujui bersama oleh Karl Hopfner dan Uli Hoeness dalam pembicaraan yang sangat damai." 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.