Ditahan Honduras 1-1, Argentina Tersingkir dari Olimpiade

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Argentina, Bruno Fernandes tampak kecewa usai dikalahkan Portugal dalam pertandingan Grup D Olimpiade 2016 Rio de Janeiro di Stadion Nilton Santos di Brazil, 4 Agustus 2016. REUTERS

    Pemain timnas Argentina, Bruno Fernandes tampak kecewa usai dikalahkan Portugal dalam pertandingan Grup D Olimpiade 2016 Rio de Janeiro di Stadion Nilton Santos di Brazil, 4 Agustus 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim sepak bola putra Argentina tersingkir dari Olimpiade Rio 2016 setelah hanya bisa bermain imbang dengan skor 1-1 melawan Honduras dalam laga ketiga Grup D yang berakhir pada Kamis dinihari WIB.

    Dalam pertandingan di Stadion Nasional Mane Garrincha di Kota Brasilia dan dipimpin wasit Antonio Mateu Lahoz dari Spanyol, Argentina bahkan nyaris kalah dan baru mampu menyamakan skor ketika babak kedua memasuki injury time.

    Argentina, yang harus menang untuk lolos ke perempat final, sudah hampir kebobolan saat dihukum penalti pada ujung babak pertama. Namun pemain Honduras Bryan Acosta gagal mengeksekusi dengan sempurna.

    Memasuki babak kedua, berjalan 10 menit, ganti Argentina mendapatkan hadiah penalti. Namun, seperti juga Honduras, kali ini ujung tombak Angel Correa, yang sehari-hari merumput bersama klub La Liga Spanyol Atletico Madrid, juga gagal menunaikan tugasnya dengan baik, sehingga skor tetap 0-0.

    Honduras baru unggul 1-0 pada menit ke-74 ketika kembali mendapatkan hadiah tendangan penalti dan kali ini Antony Lozano tidak membuang peluang untuk mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Honduras.

    Argentina baru mampu menyamakan skor saat laga memasuki injury time babak kedua lewat gelandang Mauricio Martinez. Skor 1-1 membuat kedua tim mengakhiri fase grup dengan sama-sama mendulang nilai 4, tapi Honduras berhak lolos sebagai runner up Grup D karena unggul selisih gol 0 berbanding -1.

    Adapun posisi teratas ditempati Portugal yang pada saat bersamaan di Stadion Governador Magalhaes Pinto di Minas Gerais, Belo Horizonte, bermain imbang juga dengan skor 1-1 melawan Aljazair dalam pertandingan yang sama sekali tidak menentukan.

    Disebut tak lagi menentukan, karena sebelum pertandingan dimulai Portugal telah memastikan diri lolos ke babak perempat final karena memenangi dua laga awal melawan Argentina dan Honduras, sebaliknya Aljazair sudah harus lebih dulu pulang kampung akibat sudah kalah dua kali.

    Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Matthew Conger dari Selandia Baru, Portugal membuka skor lewat penalti Goncalo Paciencia pada menit ke-25, namun Aljazair berhasil menyamakan menjadi 1-1 hanya 5 menit kemudian melalui kontribusi Mohammed Benkablia.

    Dengan hasil dua pertandingan tersebut, Portugal berada di posisi teratas klasemen akhir Grup D dengan nilai 7, Honduras runner up dengan nilai 4, sama dengan Argentina yang gagal lolos ke 8 besar, sedangkan Aljazair yang hanya mendulang satu angka ada di dasar klasemen.

    Sebagai juara Grup D, di babak 8 besar Portugal akan berhadapan dengan runner-up Grup C, sedangkan Honduras sebagai runner-up Grup D bertemu dengan juara Grup C. Juara dan runner up Grup C masih belum dapat ditentukan antara Jerman, Meksiko, atau Korea Selatan.

    Sebanyak 16 tim mengikuti cabang sepak bola putra Olimpiade 2016, terbagi dalam empat grup. Setiap tim terdiri dari pemain U-23 dengan diizinkan maksimal tiga tambahan pemain dengan usia lebih dari 23 tahun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.