Conte Larang Pemain Chelsea Konsumsi Piza & Minuman Bersoda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antonio Conte ikuti jumpa pers atas peresmian dirinya melatih klub Chelsea di Stamford Bridge, London, 14 Juli 2016. Masuknya Conte ke Chelsea karena telah kosongnya bangku kepelatihan The Blues seusai ditinggalkan Jose Mourinho. REUTERS

    Antonio Conte ikuti jumpa pers atas peresmian dirinya melatih klub Chelsea di Stamford Bridge, London, 14 Juli 2016. Masuknya Conte ke Chelsea karena telah kosongnya bangku kepelatihan The Blues seusai ditinggalkan Jose Mourinho. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Antonio Conte melarang para pemain Chelsea mengkonsumsi piza dan minuman bersoda demi menjaga kesehatan dan kebugaran penggawa The Blues di musim kompetisi 2016/2017.

    Conte melancarkan "revolusi" dalam menu bergizi bagi para pemain Chelsea dengan melarang para pemain Blues memakan kudapan yang tidak sehat di kompleks latihan. Juru taktik asal Italia itu menegaskan bahwa diet para pemain sungguh merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan dan kebugaran, sebagaimana dikutip dari laman Squawka.

    Conte mengeluarkan perintah larangan itu langsung kepada staf kantin Chelsea.

    Menurut harian The Times, saus kecap dan saus merica tidak baik bagi kesehatan para pemain Chelsea di masa depan. Selain itu, minuman bersoda juga dilarang untuk dikonsumsi para penggawa The Blues.

    Manajer anyar itu juga bakal sangat membatasi konsumsi piza dari menu sesudah latihan di ruang ganti pemain.

    Selain mengurusi makanan, manajer berusia 47 tahun itu terus membenahi pola sesi latihan setelah para pemain Chelsea melakoni laga pramusim. Para pemain Chelsea menjalani sesi latihan dua kali bahkan tiga kali lipat dibandingkan dengan latihan yang diterapkan di musim lalu.

    Chelsea siap menghadapi West Ham dalam laga Liga Inggris musim 2016/2017 pada Senin pekan depan. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.