Arda Turan Cetak 2 Gol untuk Barcelona, Luis Enrique Senang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Barcelona Arda Turan, mencetak gol setelah menaklukan kiper Sevilla Sergio Rico pada pertandingan leg kedua Piala Super Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 18 Agustus 2016. AP/Manu Fernandez

    Penyerang Barcelona Arda Turan, mencetak gol setelah menaklukan kiper Sevilla Sergio Rico pada pertandingan leg kedua Piala Super Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 18 Agustus 2016. AP/Manu Fernandez

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Arda Turan membuktikan dirinya layak berseragam Barcelona dengan dua gol yang dicetaknya ke gawang Sevilla pada laga kedua Piala Super Spanyol, Kamis dinihari, 18 Agustus 2016. Pelatih Luis Enrique pun gembira dengan penampilan gelandang yang musim lalu hanya banyak menjadi pemain cadangan itu.

    Dua gol Turan membawa Barcelona menang 3-0 di depan pendukungnya. Satu gol Barcelona lain diciptakan Lionel Messi. Turan hampir mencetak hattrick jika saja cungkilannya pada babak kedua tak melambung di atas mistar gawang Sevilla.

    Enrique mengaku puas dengan performa anak asuhnya itu, terutama Turan yang mencetak gol pembuka Barcelona. Dia mengaku beruntung karena memiliki sekumpulan pemain dengan kemampuan yang unik, sehingga membuatnya selalu terkejut dengan apa yang mereka tunjukkan di lapangan.

    "Saya sangat senang dan puas dengan apa yang saya lihat di lapangan. Penampilan para pemain menghibur dan sangat dinamis. Gol Arda Turan membuat kami unggul," ujarnya seusai pertandingan. "Saya sangat beruntung memiliki sekelompok pemain yang unik yang tak pernah membuat saya berhenti terkejut."

    Kemenangan itu membuat Barcelona berhak memboyong Piala Super Spanyol dengan agregat 5-0. Pada laga pertama di kandang Sevilla, Barcelona menang 2-0 lewat gol Luis Suarez dan Munir El Haddadi.

    SPORT | FEBRIYAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.