Joe Hart Tampil, Suporter Manchester City Terus Beri Penghormatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joe Hart. Reuters/Hannah McKay

    Joe Hart. Reuters/Hannah McKay

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjaga gawang Manchester City, Joe Hart, ternyata masih mendapatkan sambutan positif dari suporter klub itu meskipun tak menjadi pilihan utama Manajer Pep Guardiola. Sejumlah suporter memberikan penghormatan kepadanya saat City bermain melawan Steaua Bucharest pada babak play-off Liga Champions, Kamis dinihari, 25 Agustus 2016.

    Hart, yang dikabarkan akan segera hengkang, bermain penuh pada laga itu. Guardiola juga menyerahkan ban kapten kepada penjaga gawang tim nasional Inggris tersebut.

    Laga itu kemungkinan besar akan menjadi laga terakhir Hart bersama City. Meskipun masih belum jelas akan hijrah ke mana, kabar bahwa dia tak lagi betah menjadi orang nomor dua terus bergema.

    Suporter City pun memberikan dukungan kepada Hart. Setiap dia memegang bola, suporter City selalu bersorak. Pada satu waktu, mereka berteriak, "Joe Hart, dia akan pergi jika dia ingin."

    Salah satu momen paling mengharukan, ketika pada menit ke-66, suporter City bersorak, "Berdiri jika Anda mencintai Joe Hart." Sontak semua penonton yang berbaju biru langit berdiri sambil bertepuk tangan dan kembali bersorak. Pada momen itu, Hart bahkan terlihat meneteskan air matanya melihat dukungan suporter City.

    Sejumlah spanduk juga dibentangkan suporter City. "Joe Hart adalah legenda City. Selalu di hati kami," tulis salah satu suporter dalam spanduk.

    Hart tergusur dari posisi penjaga gawang utama pasca-kehadiran Guardiola musim ini. Dalam tiga laga awal City di semua kompetisi musim ini, Guardiola lebih memilih Willy Caballero menjaga gawang skuadnya.

    Kehadiran Claudio Bravo di City dari Barcelona nanti diprediksi akan semakin menyingkirkan posisi Hart. Dia pun dikabarkan segera hengkang dari Etihad Stadium.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.