Tottenham vs Liverpool, Harry Kane Terbebani Tradisi Buruk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Tottenham, Harry Kane melakukan selebrasi usai menyamakan kedudukan saat berlaga melawan Liverpool dalam laga lanjutan Liga Inggris di stadion Anfield, Inggris, 2 April 2016. Tim asuhan Mauricio Pochettino saat ini mengantongi poin 62, terpaut empat angka dari Leicester City. REUTERS

    Penyerang Tottenham, Harry Kane melakukan selebrasi usai menyamakan kedudukan saat berlaga melawan Liverpool dalam laga lanjutan Liga Inggris di stadion Anfield, Inggris, 2 April 2016. Tim asuhan Mauricio Pochettino saat ini mengantongi poin 62, terpaut empat angka dari Leicester City. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tottenham Hotspur akan menghadapi Liverpool dalam pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris di White Hart Lane, Sabtu malam. Dalam laga ini, penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane, akan membawa beban berat.

    Bagi Kane, Agustus adalah masa paceklik. Sebab, sejak awal kariernya hingga hari ini, ia tak pernah mencetak satu gol pun dalam Liga Primer Inggris pada Agustus.

    Dalam dua pekan terakhir, misalnya, ia tak sekalipun mencetak gol. Padahal Kane telah bermain selama 180 menit. Ia juga gagal mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun yang berlangsung selama Agustus 2015.

    Four-four Two, situs penyaji data sepak bola, menyebutkan Harry Kane secara total sudah memainkan 545 menit dalam sembilan pertandingan Liga Primer yang berlangsung pada Agustus. Namun tak satu pun gol tercipta darinya.

    Catatan—yang lebih menyerupai kutukan—ini cukup mencemaskan. Sebab, sebelum Agustus ini berakhir, mereka masih harus menghadapi Liverpool dalam laga pekan ketiga Liga Primer Inggris di White Hart Lane, London, Sabtu malam.

    Spurs—julukan Tottenham—tentu saja membutuhkan ketajaman Harry Kane yang mencetak 25 gol sepanjang musim lalu, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Primer Inggris.

    Namun melawan Liverpool bukan perkara mudah. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Spurs tak sekalipun meraih kemenangan dari Liverpool. Spurs hanya bisa menahan imbang Liverpool dua kali. Selebihnya kalah.

    Kegarangan Liverpool ini tak hanya berlangsung di Anfield, tapi juga di kandang Spurs. Dalam tiga lawatan terakhir ke White Hart Lane, Liverpool mengantongi dua kemenangan dan sekali imbang.

    Dari tiga lawatan tersebut, Liverpool mencetak delapan gol dan hanya sekali kebobolan. Kedigdayaan Liverpool atas Spurs memang tak terbantahkan. Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, mengakuinya. "Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat," katanya seperti dikutip dari Standard, kemarin.

    Namun bukan berarti Spurs tak punya peluang. Saat ini performa Liverpool sedang payah. Mereka, misalnya, ditekuk Burnley FC dalam laga pekan kedua Liga Primer yang berlangsung akhir pekan lalu. Padahal Burnley hanyalah tim promosi.

    STANDARD | ESPN FC | FOUR-FOUR TWO | DWI AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.