Sriwijaya Tahan Pusamania 2-2, Wasit Diprotes dan Diganti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Sriwijaya FC mengikuti latihan perdana di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sumatera Selatan, 14 April 2016. Sriwijaya FC terus melakukan persiapan dan mematangkan strategi untuk menghadapi kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC). ANTARA/Nova Wahyudi

    Para pemain Sriwijaya FC mengikuti latihan perdana di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sumatera Selatan, 14 April 2016. Sriwijaya FC terus melakukan persiapan dan mematangkan strategi untuk menghadapi kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC). ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.COJakarta - Sriwijaya FC bisa pulang dengan membawa satu poin setelah berhasil menahan imbang Pusamania Borneo FC pada lanjutan Indonesia Soccer Championship 2016, Sabtu, 27 Agustus 2016. Laskar Wong Kito bermain imbang 2-2 atas Pesut Etam di Stadion Segiri, Samarinda.

    Tuan rumah sebenarnya sudah unggul lebih dulu saat babak pertama berjalan 14 menit. Tendangan melengkung Jefri Kurniawan membuka kemenangan Pusamania Borneo. Dia mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Sriwijaya FC.

    Permainan berjalan keras dan ketat. Kedua kesebelasan sama-sama bermain terbuka. Jual-beli serangan terjadi. Laga pun berjalan keras menjurus kasar.

    Tuan rumah yang ingin meraih poin sempurna terus menahan serangan Sriwijaya FC yang dibangun Hilton Morera dan Alberto 'Beto' Goncalves da Silva. Kartu kuning dari wasit Muslimin berhamburan.

    Sial bagi Pusamania Borneo FC. Semenit jelang istirahat, stopper-nya Jad Nouruddine, diganjar kartu merah. Skor 1-0 bertahan sampai istirahat.

    Babak kedua, Sriwijaya FC mengambil inisiatif menyerang. Unggul satu pemain, Supardi Nasir dan kawan-kawan leluasa menggempur pertahanan tuan rumah. Kehilangan Jad Noruddine, pertahanan Pusamania Borneo sedikit berubah.

    Hanya tiga menit berjalan atau menit ke-48, Sriwijaya berhasil menjebol gawang Dian Agus Prasetyo. Tendangan mudah Airlangga Sucipto menyamakan kedudukan, 1-1.

    Tim tamu makin di atas angin. Memanfaatkan kelebihan pemain, pelatih Widodo C. Putro mulai berkreasi dengan strategi. Utak-atik pemain mulai dilakukan. Widodo memasukkan Anis Nabar menggantikan Airlangga. Memiliki kecepatan, Anis Nabar diandalkan menerobos pertahanan dari sisi kiri pertahanan tuan rumah.

    Strategi ini berjalan mulus. Anis Nabar berhasil membalikkan keadaan setelah mencetak gol pada menit ke-66. Memanfaatkan umpan crossing Supardi Nasir, Anis Nabar tak menyia-nyiakan peluang. Skor berubah untuk kemenangan tim tamu, 2-1.

    Tertinggal satu gol, tuan rumah terus berusaha bangkit. Kurangnya jumlah pemain jadi masalah rumit. Pedro Javier akhirnya digantikan striker muda PBFC, Lerby Eliandri. Masuknya Lerby bisa mengubah sedikit permainan Pusamania Borneo. 

    Mimpi Sriwijaya FC membawa pulang tiga poin sirna saat wasit pengganti Iwan Sukoco di menit 90+2 memberikan tendangan bebas tepat di hadapan gawang Sriwijaya FC. Lerby Eliandri yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjebol gawang Teja Paku Alam kali kedua. Skor imbang 2-2 bertahan hingga laga usai.

    Pada laga kali ini, ada sedikit ketegangan saat babak pertama usai. Pemain dan pendukung Pusamania Borneo FC memprotes kepemimpinan wasit Muslimin. Mereka meminta dia diganti. Sepanjang babak kedua, Muslimin digantikan Iwan Sukoco menjadi pengadil dalam lapangan. 

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.