Kinerja Wasit Buruk, Pelatih Sriwijaya Widodo Menggerutu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Widodo Cahyono Putro. Wikipedia.org

    Widodo Cahyono Putro. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Samarinda - Laga Pusamania Borneo FC menjamu Sriwijaya FC dalam laga lanjutan Indonesia Soccer Championship, di stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 27 Agustus 2016, yang berakhir imbang 2-2 dinodai dengan kepemimpinan wasit yang dianggap tidak adil. Bahkan, wasit lapangan Muslimin diganti wasit cadangan Iwan Sukoco.

    Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro mengatakan selama menjadi pelatih tidak pernah mengalami dalam satu pertandingan dipimpin wasit yang berbeda. Keputusan wasit pun, kata dia, sangat jauh dari rasa adil.

    "Saya ini pemain sepakbola juga, sedikit mengerti pelanggaran. Tapi kalau kaki nendang kepala, mengambil dari belakang enggak diganjar kartu," kata Widodo C Putro kepada awak media usai laga, Sabtu, 27 Agustus 2016.

    Baca: Sriwijaya Tahan Pusamania 2-2, Wasit Diprotes dan Diganti

    Saat pertandingan berlangsung, pemain tuan rumah Pusamania Borneo Diego Michiels sempat menendang dada pemain Sriwijaya Yoo Hyun Ko. Peristiwa itu terjadi di menit akhir babak kedua. Namun, aksi Diego itu tak diganjar kartu oleh wasit.

    Organisasi wasit, menurut Widodo, harus berbenah, mengedepankan kualitas juru adil di lapangan. Ia menegaskan pemain yang melakukan perilaku anarkis dalam pertandingan seharusnya mendapat peringatan.

    "Tujuan dari turnamen ini jelas, Timnas. Jangan sampai sepakbola seperti ini terbawa hingga ke level internasional, memalukan," ucap mantan pemain timnas era 1990an ini.

    Yoo Hyun Ko, yang menjadi korban tendangan Diego, mengaku heran dengan kepemimpinan wasit. "Hari ini sepakbola atau kung fu. Sudah enam tahun seperti ini terus, begitu terus gak pernah berubah. Tak ada guna latihan," kata pemain Korea ini.

    Pelatih Pusamania Borneo FC, Dragan Dzukanovic juga sependapat dengan Widodo. Ia mengecam kepemimpinan wasit. Bahkan, dia menyebut wasit itu wasit mafia.

    Laga kali ini adalah kali keempat Dragan selama melatih di Indonesia. Menurut dia, timnya seperti melawan 14 pemain. Poin penuh yang seharusnya diraih timnya justru gagal akibat ulah wasit.

    "Wasit ini juga memperlakukan kami saat bertandang ke Madura United, ini mafia," kata dia.

    Soal tendangan Diego Michiels ke dada Yu Hyun Ko, menurut Dragan, seharusnya pemainnya layak mendapat kartu. "Diego harusnya diganjar kartu kuning kedua, tapi Jad Nouruddine tidak," kata dia.

    Pada menit 44, wasit Muslimin mengganjar kartu merah Jad Nouruddine. Keputusan ini mendapat respon dari pemain, ofisial dan suporter. Babak kedua, Muslimin digantikan Iwan Sukoco.  

    "Harusnya wasit dipenjara karena merampok poin kami terus," kata Dragan.

    Terkait dengan pergantian wasit, Dragan mengaku tak tahu alasan hal itu dilakukan. Jika wasit diganti karena tekanan sedianya wasit tak ada di lapangan lagi. "Tapi kan wasit masih sehat di pinggir lapangan jadi wasit pengganti," kata dia.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.