Calon Ketua PSSI, Pangkostrad dan Moeldoko Siap Bersaing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi memberi arahan kepada Prajurit Batalion Infantri Para Raider 330 Kostrad saat akan diberangkatkan dalam Satgas Pam (Pengamanan) perbatasan RI-Papua Nugini melalui Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, 9 Mei 2016. TEMPO/Subekti

    Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi memberi arahan kepada Prajurit Batalion Infantri Para Raider 330 Kostrad saat akan diberangkatkan dalam Satgas Pam (Pengamanan) perbatasan RI-Papua Nugini melalui Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, 9 Mei 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Edy Rahmayadi semakin percaya diri dicalonkan menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Edy mengaku sudah bertemu dengan 107 pemilik suara PSSI dan mengklaim mendapat dukungan dari 106 pemilik suara.

    "Saya tak tahu siapa satu suara yang tak dukung saya. Angka 106 itu pun saya dikasih tahu (Kelompok 85). Lalu saya bilang, wah menang dong saya," kata Edy kepada wartawan di Markas Kostrad, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2016.

    Sampai saat ini baru ada dua bakal calon Ketua Umum PSSI yang didaftarkan ke Komite Pemilihan. Keduanya adalah Letnan Jenderal Edy Rahmayadi dan mantan Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Moeldoko.



    Mantan Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Moeldoko.

    Edy pun tak keberatan Moeldoko itu ikut memburu kursi nomor satu di PSSI. Edy mengaku menghormati mantan atasannya tersebut. "Tidak ada urusan senior-junior. Ini kan urusan bola kaki," katanya.

    Bahkan jenderal bintang tiga itu mempersilakan tokoh lain seperti petinggi Grup Bosowa, Erwin Aksa, yang dikabarkan bakal dicalonkan menjadi Ketua Umum PSSI. "Kalau ada wartawan yang mau maju silakan, semakin banyak yang maju kan semakin banyak pilihannya. Itu semakin bagus," kata Edy.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.