Tabrak Waktu Salat, Madura United Minta Jadwal Main Diubah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persepam Madura United berlatih di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Jawa Timur, 9 Januari 2015. ANTARA/Saiful Bahri

    Pesepakbola Persepam Madura United berlatih di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Jawa Timur, 9 Januari 2015. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Bangkalan - Manajemen Madura United mengusulkan kepada penyelenggara Indonesian Soccer Championship PT Gelora Trisula Semesta (GTS) agar memajukan semua jadwal pertandingan kandang di Stadion Gelora Bangkalan selama putaran kedua kompetisi tersebut. "Atau jadwalnya dimundurkan sekalian," kata Presiden Madura United Achsanul Qosasi, Kamis, 1 September 2016.

    Usul tersebut, ucap Achsanul, untuk menjaga kearifan lokal, terutama waktu beribadah salat magrib. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen selama putaran pertama ISC, jadwal pertandingan kandang Madura United yang dibuat PT GTS, yaitu kick off dimulai pukul 16.00 WIB, dirasa tanggung karena babak kedua dimulai bersamaan dengan azan magrib.

    Karena itu, pria yang akrab disapa AQ itu mengusulkan kick off khusus pertandingan kandang dimajukan menjadi pukul 15.30 atau dimundurkan jadi pukul 19.00. "Kami ingin sepak bola selaras dengan kearifan lokal," ucapnya.

    Manajer Madura United Haruna Soemitro menyatakan ini kedua kalinya pihaknya mengusulkan kepada Hoast Broadcaster. Dia berharap usul tersebut disetujui, agar tidak mengganggu warga sekitar stadion dalam beribadah. "Kalau jadwal kandang lain yang dimulai pukul 19.00 atau 20.00, tidak masalah, tidak perlu diubah," tuturnya.

    Muhlis, warga sekitar Stadion Gelora Bangkalan, setuju dengan usul tersebut, agar istirahat babak pertama bersamaan dengan waktu salat magrib. "Jadi penonton punya waktu untuk salat," katanya.

    Yang tak kalah penting, ujar dia, pengelola stadion harus menyediakan sarana ibadah khusus untuk penonton. Menurut Muhlis, dia beberapa kali menonton pertandingan. Namun, saat ingin menjalankan salat, dia kesulitan menemukan tempat. "Kayaknya di stadion enggak ada musalanya," ucapnya.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.