Transfer Pemain, Liga Inggris Masih yang Terboros

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Prancis Paul Pogba dan  Antoine Griezmann, melakukan pemanasan saat latihan jelang pertandingan Final Piala Eropa melawan Portugal di Clairefontaine, 9 Juli 2016. AP/Petr David Josek

    Gelandang Prancis Paul Pogba dan Antoine Griezmann, melakukan pemanasan saat latihan jelang pertandingan Final Piala Eropa melawan Portugal di Clairefontaine, 9 Juli 2016. AP/Petr David Josek

    TEMPO.CO, Jakarta - Liga Primer Inggris kembali menjadi liga paling boros di Eropa. Pengeluaran klub-klub di negeri Pangeran Charles tersebut mencapai 1,1 miliar euro atau setara dengan Rp 19,2 triliun pada bursa transfer musim panas ini.

    Angka ini jauh lebih besar dari pengeluaran empat kompetisi elit Eropa lainnya, yakni Bundesliga Jerman (548 juta euro), Seri A Italia (698 juta euro), La Liga Spanyol (463 juta euro), dan Ligue 1 Prancis (190 juta euro).

    Manchester City adalah klub yang menyumbang pengeluaran terbesar di Liga Primer Inggris. Klub berjulukkan The Citizens ini merogoh kocek hingga 213 juta euro atau sekitar Rp 3,1 triliun.

    Duit sebanyak itu digunakan The Citizens --julukan Manchester City-- untuk membeli 10 pemain baru, di antaranya John Stones dari Everton (47 juta pound sterling), Leroy Stone dari FC Schalke (42 juta pound sterling), dan Gabriel Jesus (27 juta pound sterling).

    Klub Inggris kedua terboros adalah Manchester United dengan pengeluaran 185 juta euro atau sekitar Rp 2,7 triliun. Hampir setengah dari jumlah ini mereka gunakan untuk membeli Paul Pogba.

    Pogba diboyong dari Juventus dengan harga fantastis, yakni 105 juta euro atau setara dengan Rp 1,5 triliun. Angka ini membuat Pogba menjadi pemain termahal di dunia. Ia mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Gareth Bale.

    Chelsea menjadi klub ketiga terboros di Liga Primer Inggris dengan pengeluaran sebesar 141 juta euro atau Rp 2 triliun. Klub berjulukkan The Blues ini secara mengejutkan mendatangkan dua pemain baru di detik-detik terakhir penutupan bursa transfer.

    Kedua pemain tersebut adalah David Luiz dari Paris Saint-Germain dan Marcos Alonso dari Fiorentina. Untuk kedua pemain ini, Chelsea merogoh tak kurang dari 61 juta euro atau sekitar Rp 902 miliar.

    Borosnya Manchester City, Manchester United, dan Chelsea ini tak begitu mengejutkan. Sebab musim ini ketiganya dilatih oleh pelatih baru. Akibatnya, bongkar pasang pemain pun tak bisa dihindari.

    Manchester City mendatangkan Josep Guardiola, Manchester United menunjuk Jose Mourinho, sementara Chelsea merekrut Antonio Conte sebagai pelatih. Perubahan yang dilakukan ketiga pelatih inilah yang membuat pengeluaran ketiga klub tersebut membengkak.

    Berbanding terbalik dengan Liga Primer Inggris, pengeluaran La Liga Spanyol justru menyusut. Gabungan pengeluaran klub-klub Spanyol dalam bursa transfer musim panas ini hanya sebesar 463 juta euro atau Rp 6,8 triliun.

    Angka ini lebih kecil dari pengeluaran mereka pada bursa tranfser musim panas tahun lalu sebesar 574 juta euro atau Rp 8,4 triliun. Menyusutnya pengeluaran La Liga ini antara lain karena minimnya aktivitas Real Madrid di bursa transfer.

    Klub berjulukkan Los Blancos ini hanya membeli satu pemain, yakni Alvaro Morata dari Juventus. Ia dibeli dengan harga 30 juta euro atau setara dengan 444 miliar. Bandingkan dengan pengeluaran mereka musim lalu yang mencapai 85 juta euro atau Rp 1,2 trilun.

    Ligue 1 Prancis menjadi liga dengan pengeluaran terkecil, yakni hanya 190 juta euro atau Rp 2,8 triliun. Total pengeluaran kedua puluh klub Prancis ini hampir sama dengan pengeluaran Manchester United!

    TRANSFERMARKT | ESPN FC | THE GUARDIAN | DWI AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.