Hampir ke AS Roma, Kenapa Wilshere Hijrah ke Bournemouth?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jack Wilshere pemain Arsenal saat mengejar bola, dan dibayangi 2 pemain Aston Villa Alan Hutton dan Carlos Sanchez. Keunggulan pertama Arsenal diraih pada menit ke 40, lewat aksi Walcott yang mengeksekusi hasil kerja sama 1-2 antara Coquelin, Monreal dan Sanchez. London, Inggris, 30 Mei 2015. Getty Images

    Jack Wilshere pemain Arsenal saat mengejar bola, dan dibayangi 2 pemain Aston Villa Alan Hutton dan Carlos Sanchez. Keunggulan pertama Arsenal diraih pada menit ke 40, lewat aksi Walcott yang mengeksekusi hasil kerja sama 1-2 antara Coquelin, Monreal dan Sanchez. London, Inggris, 30 Mei 2015. Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Kepindahan gelandang Jack Wilshere dari Arsenal ke Bournemouth menjadi salah satu kejutan pada akhir masa bursa transfer bulan lalu. Masalahnya, Wilshere sempat dikabarkan akan terbang ke Italia untuk bermain bersama AS Roma.

    Wilshere sebenarnya telah sepakat bermain di klub ibu kota Italia itu. Tapi, pada detik akhir kesepakatan tersebut, kondisi menjadi mendadak buyar dan Wilshere pun memilih Bournemouth, yang tawarannya masuk pada menit-menit akhir.

    Drama itu kabarnya tak lepas dari campur tangan Arsenal. The Gunners memutuskan kesepakatan dengan AS Roma karena proposal Bournemouth lebih menjanjikan. 

    Bournemouth bersedia membayar 2 juta pound sterling sebagai uang penyewaan gelandang tim nasional Inggris itu. Manajer Edie Howe juga memastikan mereka akan menanggung penuh gaji Wilshere sebesar 80 ribu pound sterling per pekan. 

    Tawaran itu lebih baik ketimbang AS Roma, yang tak memberikan apa-apa kepada Arsenal. Mereka juga hanya sanggup membayar sebagian dari gaji Wilshere. Namun Roma memberikan jaminan Wilshere akan mendapatkan tempat di tim inti dan bermain secara reguler. 

    Wilshere memutuskan hengkang dari Emirates Stadium setelah Manajer Arsene Wenger menilai dia akan sulit bersaing di lini tengah Arsenal. Wenger lebih memilih Francis Coquelin, Granit Xhaka, Mohamed Elneny, atau Santi Cazorla mengisi lini tengahnya. 

    Dalam tiga laga perdana Arsenal di Liga Primer Inggris, Wilshere baru bermain selama 13 menit sebagai pemain pengganti. Kondisi itu membuat Wenger menilai Wilshere harus meningkatkan performanya di klub lain. Namun Wenger tak mau menjual Wilshere karena menilai pemain 24 tahun itu memiliki masa depan yang cerah.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?