Man United Dua Kali Kalah Beruntun, Apa Dalih Mourinho?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United, Jose Mourinho tampak kecewa diakhir pertandingan Manchester United melawan Manchester City dalam laga Liga Inggris di Old Trafford, 10 September 2016. Anak asuhan Mourinho dipermalukan Man City di kandang sendiri. REUTERS

    Pelatih Manchester United, Jose Mourinho tampak kecewa diakhir pertandingan Manchester United melawan Manchester City dalam laga Liga Inggris di Old Trafford, 10 September 2016. Anak asuhan Mourinho dipermalukan Man City di kandang sendiri. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Pelatih Manchester United Jose Mourinho mengaku tidak bisa membuat keajaiban untuk memperbaiki timnya setelah mereka menelan kekalahan kedua beruntun, 1-2 dari Manchester City di Liga Primer Inggris dan 0-1 dari Feyenoord Rotterdam di Liga Europa.

    “Ketika akan kalah, tidak ada keajaiban terkait dengan jiwa pemain," kata Mourinho. "Saat Anda menang, orang senang dan penuh percaya diri. Anda kalah maka orang sedih. Namun tentu saya tak ingin membiarkan pemain memiliki mood yang negatif setelah dua kekalahan. Dua pertandingan yang kami tidak main bagus 90 menit, tapi sebenarnya tetap berhak mendapat hasil yang lebih bagus.”

    Baca: Roy Keane: Yang Spesial Itu Guardiola, Bukan Mourinho

    Mourinho menenangkan hatinya sendiri dengan mengatakan kekalahan di Feyenoord dialami ketika dia tidak menurunkan sejumlah pemain kunci di antaranya Wayne Rooney, Luke Shaw, dan Antonio Valencia, agar mereka tidak mengalami masalah akumulasi kelelahan.

    “Kami akan memainkan pertandingan Liga Primer (melawan Watford) pada tengah hari (pada Minggu pukul 12.00 waktu setempat), dan sekarang kami harus main hari Kamis pukul 21.00 (waktu Belanda), tapi kami tetap profesional. Itu bukan alasan, para pemain mesti fit dan siap mental untuk main lagi,” ucapnya.

    Walaupun menerima kekalahan dua kali secara beruntun, pelatih berkebangsaan Portugal itu mencoba tetap tenang. “Ketika kami memenangi Community Shield (melawan Leicester City), kemudian menang di tiga laga pertama Liga Primer, saya tidak merasa di bulan.”

    Baca: MU Kalah di Liga Europa, Paul Scholes Kritik Pogba

    “Saya tidak pernah mengatakan kami tim yang fenomenal dan bisa menghancurkan setiap lawan. Namun saya katakan bahwa itu awal yang baik. Tapi kami tidak berada di bulan. Kekalahan kami dua kali beruntun ini hukuman, karena sebenarnya kami pantas menerima hasil yang lebih baik,” tutur Mou.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.