Leicester Vs Chelsea Malam Ini, Ajang Pembuktian Fabregas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi gelandang Chelsea Cesc Fabregas, setelah rekan setimnya Gary Cahill mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur pada pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 3 Mei 2016. Reuters / Dylan Martinez

    Ekspresi gelandang Chelsea Cesc Fabregas, setelah rekan setimnya Gary Cahill mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur pada pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 3 Mei 2016. Reuters / Dylan Martinez

    TEMPO.COJakarta - Setelah Chelsea kalah 1-2 oleh Liverpool, banyak yang meminta Manajer The Blues Antonio Conte kembali melirik dan memasang Cesc Fabregas, 29 tahun, saat menghadapi Leicester pada pertandingan babak ketiga Piala Liga melawan Leicester, dinihari nanti mulai pukul 01.45 WIB.

    Bukan apa-apa, Chelsea butuh penyegaran taktik selepas kekalahan itu dan juga hasil bermain imbang 2-2 melawan Swansea dalam pertandingan sebelumnya. Perlu ada sedikit perubahan di lapangan tengah.

    Fabregas memang telah lama terbuang. Conte menganggap pemain Spanyol itu kurang cocok dengan gaya permainannya yang menuntut seorang pemain tidak hanya harus pintar menyerang, tapi juga bisa bertahan. Nah, Oscar dia anggap lebih pas. Oscar merupakan pemain energetik yang bisa naik dan juga cepat saat turun. Ditambah dengan kedatangan N’Golo Kante dari Leicester, Fabregas pun kian tersisih.

    Cara bermain Fabregas berbeda dengan mereka. Dia adalah pemain yang menjadi pengumpan untuk gol-gol Chelsea saat merebut juara dua musim lalu.

    “Saya rasa hal itu cukup untuk membuatnya masuk kembali ke dalam tim,” kata Paul Scholes, gelandang terbaik yang pernah ada pada Liga Inggris, yang kini menjadi komentator. Banyak yang merindukan kembalinya Cesc Fabregas.

    Baca juga: 
    Guardiola: Messi Ada di Atas Meja, De Bruyne Duduk di Kursi 
    Berpisah dengan FIFA, Ballon d`Or Kembali ke Format Awal 
    Manchester United Krisis, 5 Hal Harus Diperbaiki Mourinho  

    Semua kini bergantung pada Conte. Bila dia tak enjoy dengan gaya permainan pemain asal Spanyol itu, mungkin pendapat Paul Scholes bisa dia dengarkan. “Conte sebenarnya bisa melakukan modifikasi strategi dan taktik permainannya agar Fabregas bisa bermain di dalamnya,” tuturnya. “Sebab, dia merupakan salah satu gelandang terbaik di Eropa.”

    Hal itu sepertinya akan menjadi perhatian Conte. Masalahnya, pertandingan melawan Leicester City ini tidak boleh dianggap main-main. Meski kini agak tersuruk, Leicester tetaplah klub yang luar biasa saat bermain di kandangnya sendiri.

    Sebaliknya, Conte juga butuh satu gelar pada awal kedatangannya. Piala Liga, meski sedikit berbeda dengan piala-piala lainnya, merupakan hal yang penting bagi Chelsea, yang babak belur pada musim lalu. Nah, untuk mencapainya, pertama kali Conte harus melewati sandungan di King Power. 

    Terlebih Leicester sedang dalam kondisi sempurna. Sebelumnya, klub itu memetik kemenangan pertama pada Liga Champions, dan akhir pekan lalu menggasak Burnley 3-0. Kemenangan itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Leicester dalam 18 laga kandang. 

    Tentu saja kemenangan ini akan menjadi modal dalam menghadapi Chelsea. “Ini penampilan yang membuat saya sangat senang,” ucap pelatih Leicester, Claudio Ranieri, sembari tersenyum.

    Lawan kali ini lebih berat daripada yang sudah-sudah. Apakah Fabregas akan jadi pilihan? Hanya Conte yang tahu. 

    DAILYSTAR | BTSPORTS | IRFAN B.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.