Persiba Andalkan Heri Susanto untuk Jebol Gawang Persib

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiba Balikpapan. Tempo/SG WIBISONO

    Persiba Balikpapan. Tempo/SG WIBISONO

    TEMPO.CO, Balikpapan – Persiba Balikpapan mengandalkan bintang muda, Heri Susanto, saat menantang tim tangguh Persib Bandung pada laga yang digelar 1 Oktober 2016. Bekas pemain Persib itu diharapkan membawa keberuntunan mampu menjebol gawang bekas timnya di Stadion Jalak Harupat Bandung. “Heri Susanto akan dimainkan melawan Persib,” kata Pelatih Persiba, Jaino Matos, Rabu.

    Selain Heri Susanto, Jaino juga menurunkan rekannya sesama tim sepak bola Jawa Barat, Abdul Aziz dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Bandung ini. Persiba mempersiapkan dua pemainnya ini agar benar benar fit mengingat mereka masih menjalani pertandingan cabang olahraga sepak bola bersama tim PON Jawa Barat.

    "Kita sudah persiapkan dengan psikoterapis ada satu program khusus buat mereka, walaupun misalnya PON Jawa Barat sampai ke final, kita punya program khusus untuk Heri dan Azis,” paparnya.

    Jaino menegaskan timnya membutuhkan kehadiran Heri Susanto dan Abdul Aziz dalam pertandingan lawan Persib. Dia sangat berharap keduanya segera bugar saat menjalani pertandingan besar ini.

    "Saat mereka recovery kita siapkan vitamin, nutrisi juga spa, pokoknya semampu kita, karena kita ingin kondisi mereka bisa kembali bugar,” tuturnya.

    Heri Susanto dan Abdul Aziz memang selalu menempati susunan pemain utama diturunkan Persiba. Kiprah keduanya memang terbukti selalu merepotkan barisan pertahanan lawan.

    "Memang kita sangat percaya kepada pemain muda, tapi pemain muda itu perlu didampingi pemain pengalaman seperti Antonio Teles dan Hermawan,” ujarnya.
    Sementara Abdul Azis mengaku, senang jika diberi kesempatan tampil saat lawan Maung Bandung. Karenanya pemain berusia 22 tahun itu siap menampilkan permainan terbaiknya dalam laga itu.

    “Memang kita sudah komunikasi, selesai PON Kita akan langsung bergabung dengan tim Persiba. Pertandingan ini sangat penting menjadi pembuktian melawan tanah kelahiran,” tuturnya.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.