Manchester United Vs Zorya, Saat Pembuktian bagi Rooney

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain Manchester United Zlatan Ibrahimovic dan Wayne Rooney setelah Watford mencetak gol kedua pada pertandingan Liga Inggris di Vicarage Road, London, 18 September 2016. Watford kalahkan Manchester United 3-1. AP/Tim Ireland

    Ekspresi pemain Manchester United Zlatan Ibrahimovic dan Wayne Rooney setelah Watford mencetak gol kedua pada pertandingan Liga Inggris di Vicarage Road, London, 18 September 2016. Watford kalahkan Manchester United 3-1. AP/Tim Ireland

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang bilang Wayne Rooney, 30 tahun, sudah tamat. Kehebatan sang kapten itu sudah menurun. Tapi Jose Mourinho, Manajer Manchester United, selalu punya jawaban untuk mereka yang mencemooh Rooney.

    Ketika hanya berada di bangku cadangan saat bertanding melawan Leicester, dia bilang, “Zlatan Ibrahimovic butuh anak-anak muda yang memiliki kecepatan.”  Terpilihlah Jesse Lingard dan Marcus Rashford yang mendampinginya. Hasilnya, mereka menang 4-1.

    “Para pemain yang fresh saya butuhkan untuk pertandingan pada Kamis nanti, melawan Zorya Luhansk. Kalau Rooney tidak jadi starter kali ini, dia akan main pada pertandingan berikutnya,” kata Mou soal mencoret Rooney di tim inti dan hanya menjadi pemain cadangan yang masuk ke lapangan ketika laga tersisa tujuh menit lagi.

    Baca: Siaran Langsung Liga Europa Malam Ini, Ada Aksi Manchester United

    Dukungan kepada Rooney tak hanya datang dari si bos. Di mata Chris Smalling, sosok pemain bernomor 10 itu tetaplah penting. “Wayne tetap sama. Mau jadi starter atau cadangan, di ruang ganti dia menjadi orang yang didengar. Dia selalu tampil dengan karakternya. Itu sebabnya, dia tetap menjadi orang utama di timnas Inggris dan di sini,” kata pemain belakang MU itu. “Dia tidak pernah berubah.”

    Ya, Rooney tetaplah Rooney. Yang berbeda sekarang ini adalah dia tak lagi sempurna. Di tangan pelatih baru, dia sudah dicoba untuk beberapa posisi, termasuk sebagai striker seperti yang dilakukan Mou saat United bertanding melawan Northampton Town di babak ketiga Piala Liga, dua pekan lalu. Hasilnya, tak memuaskan.

    Namun, seperti kata Smalling, Rooney merupakan pemain penting. Mourinho tahu betul soal itu. Berada di Old Trafford selama 12 tahun membuat Rooney menjadi pemain paling senior, yang dihormati pemain lainnya. Salah-salah memperlakukannya, Mou bisa mengalami situasi buruk seperti yang terjadi di Chelsea, musim lalu.

    Saat itu, bukan rahasia lagi, Mou, yang biasanya bisa menundukkan pemain jenis apa pun, mendapatkan perlawanan dari para pemain. Peristiwa di London itu sebenarnya merupakan ulangan dari situasi yang terjadi di Santiago Bernabeu, pada musim terakhirnya bersama Real Madrid. Di Madrid, dia ditentang para pemainnya, sehingga terpaksa kabur ke Inggris.

    Baca: Kesempurnaan Manchester City Berakhir, Apa Kata Guardiola?  

    Kini, menjadi Manajer United, Mou sepertinya berubah. Termasuk menjadi seperti merpati, yang tak pernah ingkar janji. Jaminan yang tidak hanya untuk sang kapten. Nama-nama lainnya yang akan diturunkan adalah Henrikh Mkhitaryan.

    Namun bukan berarti itu harga mati. Sebab, di saat yang bersamaan muncul desas-desus dia tertarik mendatangkan Isco dari Real Madrid. Itu artinya Rooney harus segera bisa menaklukkan hati si bos.

    Termasuk pada pertandingan melawan wakil dari Ukraina, Zorya, dinihari nanti. Apalagi pada pertandingan pertama Liga Europa di Rotterdam, Mou harus menanggung malu akibat ditekuk Feyenoord dengan skor 0-1.

    “Wayne tidak mau duduk dan menyerah. Dia akan menunjukkan kepada orang-orang bahwa dia tetap orang penting,” kata Rio Ferdinand, bekas rekannya di Manchester United, yang tak ketinggalan memberikan dukungan.  

    THE SUN | MEN | IRFAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.