Rooney Dibanjiri Kritik, Lingard Pasang Badan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pemain Manchester United Jesse Lingard (kiri) dan Wayne Rooney terlihat kecewa setelah gagal mencetak gol ke gawang PSV Eindhoven dalam laga Liga Champions di Manchester, 26 November 2015. Reuters/Phil Noble

    Dua pemain Manchester United Jesse Lingard (kiri) dan Wayne Rooney terlihat kecewa setelah gagal mencetak gol ke gawang PSV Eindhoven dalam laga Liga Champions di Manchester, 26 November 2015. Reuters/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak ada yang layak melayangkan kritik terhadap Wayne Rooney, kapten Manchester United dan Timnas Inggris, apabila mengingat pencapaian yang telah dicapai selama ini, demikian pernyataan pemain MU Jesse Lingard.

    Lingard, pemain sayap yang segera memulai debutnya untuk Timnas Inggris senior melawan Malta dalam matchday kedua Pra-Piala Dunia 2018 Rusia zona Eropa, merasa Rooney tidak pantas menerima pandangan negatif dari publik atas kinerjanya.

    Rooney kehilangan tempat di starting XI MU dan posisinya di timnas pun dipertanyakan meskip tetap dipertahankan sebagai kapten setelah Piala Eropa (Euro) 2016 oleh Sam Allardyce—yang telah tersingkir dari jabatan pelatih Timnas Inggris—dan juga caretaker Gareth Southgate.

    “Saya pikir tak ada hal buruk yang dapat dilontarkan kepadanya,” kata Lingard tentang seniornya yang merupakan top skor sepanjang masa Timnas Inggris itu pada Jumat, 7 Oktober 2016.

    Inggris akan menjamu Malta dalam lanjutan Pra-Piala Dunia 2018 Rusia zona Eropa. Keduanya tergabung dalam Grup F dalam Pra-Piala Dunia 2018 zona Eropa bersama Skotlandia, Slovenia, Lithuania, dan Slovakia.

    Posisi klasemen sementara Grup F, Inggris di tempat kedua setelah dalam laga pembuka menang 1-0 atas tuan rumah Slovakia, sedangkan Malta di posisi terakhir setelah dalam matchday pertama kalah 1-5 ketika menjamu Skotlandia pada awal bulan lalu.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.