Terus Dikritik, Pogba Minta Peran Menyerang di Man United  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul Pogba (tengah) merayakan golnya, dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 antara Belanda dan Prancis di Amsterdam, Belanda, 11 Oktober 2016. Pogba mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan itu. AP/Peter Dejong

    Paul Pogba (tengah) merayakan golnya, dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 antara Belanda dan Prancis di Amsterdam, Belanda, 11 Oktober 2016. Pogba mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan itu. AP/Peter Dejong

    TEMPO.COJakarta - Gelandang Paul Pogba gerah dengan kritik yang dia terima dari berbagai pihak mengenai permainannya di Manchester United. Pemain yang dibeli United dari Juventus dengan status pemain termahal di dunia itu pun menyatakan dia tak cukup produktif karena memang bermain pada posisi lebih bertahan.

    "Saya mencoba beradaptasi dengan posisi baru. Saya adalah pemain yang lebih memilih untuk maju ke depan," ujarnya. "Namun pelatih memberikan saya instruksi dan saya mencoba untuk mengikutinya. Saya harus merebut bola dan membantu pertahanan. Hal itu sedikit mempengaruhi permainan saya, saya bermain lebih seperti Andrea Pirlo. Saya harus merebut bola dan bermain lebih untuk tim." 

    Pogba diboyong United dari Juventus dengan banderol 89,5 juta pound sterling, yang memecahkan rekor transfer pemain termahal dunia. Sebelumnya, rekor itu dipegang Real Madrid saat memboyong Gareth Bale dari Tottenham Hotspur. 

    Sejak kedatangannya di United, banyak media maupun pengamat sepak bola Inggris ragu pemain asal Prancis itu akan mampu berkontribusi besar bagi timnya. Dalam enam laga yang telah dia jalani bersama United musim ini, Pogba baru menciptakan satu gol.

    Hal itu menyulut kritik lebih keras kepada gelandang 23 tahun tersebut. Banyak pihak menilai Pogba tak pantas menyandang status sebagai pemain termahal dunia. Bahkan sejumlah kalangan menilai Pogba tak pantas bermain dalam Liga Inggris. 

    THE SUN | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.