Pensiun Akhir Musim Ini, Bima Sakti Akan Jadi Pelatih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Pemain senior Indonesia, Bima Sakti, menyatakan akan pensiun sebagai pemain pada akhir musim ini. Selanjutnya, ia ingin fokus mengejar karier sebagai pelatih.

    Pria 40 tahun itu kini hanya sesekali turun sebagai pemain Persiba Balikpapan. Ia juga berperan sebagai asisten pelatih di klub itu. “Saya nanti akan berfokus sebagai pelatih saja dalam kompetisi nanti,” katanya, Kamis, 20 Oktober 2016.

    Setelah pensiun, ia ingin mewujudkan mimpinya membangun prestasi dunia persepakbolaan Tanah Air. “Hidup saya dari sepak bola dan saya cinta sepak bola, jadi saya pensiun, saya mau melatih saja,” ujarnya.

    Pemain asli Balikpapan itu pun menyatakan tidak berminat masuk struktur kepengurusan PSSI. Organisasi sepak bola Indonesia ini memang akan menggelar pelaksanaan kongres di Jakarta. "Biar mereka yang mengerti saja jadi pengurus PSSI,” tuturnya.

    Meski begitu, Bima Sakti mendukung pencalonan rekannya sesama mantan pemain timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, sebagai Ketua PSSI. Sebelumnya, Kurniawan terang-terangan mendeklarasikan keinginannya ikut meramaikan bursa Ketua Umum PSSI. “Saya mendukung Kurniawan,” ucap Bima.

    Bima Sakti berpendapat, sosok Kurniawan punya kapasitas serta pengalaman dalam memajukan dunia sepak bola Indonesia. Menurut dia, harus ada perwakilan pemain profesional yang meramaikan kongres PSSI.

    Pada kongres 10 November mendatang, Kurniawan akan bersaing dengan sejumlah kandidat, termasuk Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dan bekas Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. 

    S.G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.