Hadapi Man United, John Terry Kembali Perkuat Chelsea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antonio Conte ikuti jumpa pers atas peresmian dirinya melatih klub Chelsea di Stamford Bridge, London, 14 Juli 2016. REUTERS

    Antonio Conte ikuti jumpa pers atas peresmian dirinya melatih klub Chelsea di Stamford Bridge, London, 14 Juli 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Chelsea, Antonio Conte, memastikan John Terry akan diturunkan dalam laga melawan Manchester United pada laga Ahad malam, 23 Oktober 2016. Dia menyatakan bahwa pengalaman Terry bisa menjadi nilai plus saat menghadapi skuad asuhan Jose Mourinho.

    "John Terry berada dalam kondisi bagus dan telah kembali berlatih bersama tim. Masalah pergelangan kakinya telah teratasi," katanya dalam konferensi pers, seperti dilansir laman BBC.

    Conte menilai laga melawan Manchester United nanti akan berjalan dengan ketat. Menurut dia, akan terjadi adu taktik yang dahsyat dalam laga tersebut. Karena itu, dia membutuhkan tenaga Terry yang paham betul akan pola permainan Jose Mourinho yang merupakan mantan Manajer Chelsea.

    "Ini akan menjadi pertandingan yang taktis. Dengan diturunkannya Terry, hal itu akan menjadi sebuah keuntungan bagi kami," ujarnya.

    Soal kembalinya Mourinho ke Stamford Bridge, Conte menilai para pemain dan suporter Chelsea harus memberinya rasa hormat. Meskipun dua kali terdepak dari kursi pelatih Chelsea, menurut Conte, Mourinho adalah orang yang telah berjasa besar dengan membawa trofi ke klub Singa London itu.

    "Dia pantas mendapatkan penerimaan yang baik. Dia adalah orang yang penting bagi Chelsea karena telah menuliskan sejarah di klub ini," katanya.

    "Dia manajer yang hebat. Dia telah memenangi banyak hal dalam kariernya. Saya rasa dia pantas mendapatkan penghormatan maksimal," ujar pelatih asal Italia itu.

    BBC | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.