Man United Vs Man City, Bentrokan Dua Tetangga yang Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester United Zlatan Ibrahimovic, berduel dengan pemain Stoke City Ryan Shawcross dan Lee Grant pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 2 Oktober 2016. Reuters / Russell Cheyne

    Penyerang Manchester United Zlatan Ibrahimovic, berduel dengan pemain Stoke City Ryan Shawcross dan Lee Grant pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 2 Oktober 2016. Reuters / Russell Cheyne

    TEMPO.CO, Jakarta - Jose Mourinho menantang para pemain Manchester United menunjukkan ketegaran sebagai lelaki dengan bangkit dari kekalahan 0-4 melawan Chelsea saat menjamu Manchester City pada Piala Liga Sepak Bola Inggris (EFL), Kamis dinihari nanti.

    "Kami sangat-sangat sedih," kata Manajer United ini tentang kekalahan telak timnya dari Chelsea pada Ahad malam lalu di Stadion Stamford Bridge, London.

    Ini kekalahan telak pertama United pada awal Liga Primer Inggris musim 2016/2017 dan membuat posisinya semakin jauh dari urutan lima teratas.

    "Tapi, sekali lagi, ini bukan untuk anak-anak. Ini adalah untuk laki-laki. Kita harus menjadi lelaki dan bekerja untuk (pertandingan) berikutnya," pelatih asal Portugal ini melanjutkan.

    Pertandingan dinihari nanti di Stadion Old Trafford, Manchester, akan menjadi pertemuan kedua Mourinho dengan rival lamanya sejak berkiprah di La Liga Spanyol, yaitu Josep "Pep" Guardiola, dalam kompetisi sepak bola di Inggris awal musim ini. Bulan lalu, Guardiola membawa City mengalahkan pasukan Mou 2-1 di Liga Primer.

    City adalah juara Piala Liga Inggris musim lalu ketika masih disponsori Capital One. Kini namanya berubah menjadi Piala EFL.

    Baca:
    Zidane Heran Mengapa Suporter Mengejek Ronaldo
    Liverpool Singkirkan Tottenham, Klopp Puji Pemain Mudanya
    Inter Milan Hadapi Torino, De Boer Terancam Dipecat

    Tapi Guardiola menghadapi ujian berat untuk bisa meneruskan sukses Manajer City sebelumnya, Manuel Pellegrini, buat mempertahankan gelar di Piala EFL. Meski masih memimpin klasemen di Liga Primer musim ini, tim asuhan Guardiola gagal meraih kemenangan pada lima pertandingan di semua kompetisi.

    Terakhir City digilas Barcelona 4-0 di Liga Champions Eropa di Stadion Camp Nou, Barcelona, dan diimbangi Southampton 1-1 di Liga Primer di Stadion Etihad, Manchester, Ahad lalu.

    Menanggapi hasil dua pertandingan beruntun yang mengecewakan ini, Guardiola sampai meminta para pemainnya berada di kamar ganti selama 50 menit setelah bertanding di Etihad.

    Ketika ditanya dalam konferensi pers mengapa Guardiola meminta anak-anak City bertahan lama di kamar ganti, mantan Manajer Barcelona ini menjawab, "(Minum) anggur merah baik dan saya mengambilnya sedikit lama dengan (memakai) kacamata saya." Guardiola menambahkan, "Kami duduk bersama. Kami berbincang, tapi tidak ada yang spesial. Kami mendiskusikan situasi yang kami alami dan dari sini mencoba untuk bangkit."

    Mourinho-Guardiola sama-sama ingin keluar dari masalah beruntun yang mereka hadapi. Yang berbeda cuma gaya dalam mengungkapkannya ke media dan para pemain masing-masing.

    Tapi dua manajer terkemuka itu sama-sama kehilangan satu pemain andalan karena cedera dalam menghadapi babak keempat Piala EFL dengan sistem gugur pada sekali pertandingan ini.

    Mourinho kehilangan pemain lini tengah yang jangkung, Marouane Fellaini, dan Guardiola tanpa gelandang serangnya, Kevin De Bruyne.

    ESPN | SKY SPORTS | BLEACHER REPORT | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.