Kenapa Guardiola Pasang Skuad Kedua untuk Hadapi Man United?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United Juan Mata, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Manchester City pada pertandingan Piala Liga di Old Trafford, Manchester, 27 Oktober 2016. Manchester United menang 1-0 atas Manchester City. AP/Dave Thompson

    Gelandang Manchester United Juan Mata, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Manchester City pada pertandingan Piala Liga di Old Trafford, Manchester, 27 Oktober 2016. Manchester United menang 1-0 atas Manchester City. AP/Dave Thompson

    TEMPO.COJakarta - Kekalahan Manchester City oleh Manchester United dengan skor 1-0 dalam laga Piala Liga Inggris, Kamis dinihari tadi, membawa pertanyaan besar di benak para pengamat sepak bola. Pasalnya, Guardiola tak menurunkan lebih dari 80 persen kekuatan intinya dan memilih pemain lapis kedua. 

    Guardiola mengganti sembilan pemain inti City musim ini—Claudio Bravo, Alexandre Kolarov, John Stones, Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne, David Silva, Fernandinho, Raheem Sterling, serta Sergio Aguero—dalam laga itu. 

    Adapun di sisi lain, United bermain hampir dengan kekuatan penuh, termasuk pemain termahal dunia Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic. Manajer Jose Mourinho hanya mengistirahatkan empat pemain inti, yakni Eric Bailly, Chris Smailing, Jesse Lingard, dan Marouane Fellaini.

    Lantas apakah Guadiola memang sengaja melepas Piala Liga dan memilih berkonsentrasi dalam Liga Inggris dan Liga Champions? Atau Guardiola terlalu percaya diri karena pernah menundukkan Manchester United pada laga terdahulu dalam ajang Liga Inggris?

    Alasan pertama mungkin lebih layak didahulukan. Menilik apa yang akan dihadapi Manchester City dalam sepekan ke depan, Guardiola memang tampak lebih memilih untuk tak terlalu ngotot dalam Piala Liga. 

    Manchester City harus menghadapi jadwal ketat sepekan ke depan. Dua hari mendatang, klub itu harus melawat ke kandang West Bromwich Albion dalam ajang Liga Primer Inggris. Meskipun secara materi West Brom kalah jauh dari skuad Manchester Biru, Guardiola tetap harus hati-hati karena grafik permainannya sedang buruk. 

    Raihan poin penuh tentu menjadi target mutlak jika mereka ingin mempertahankan posisi pada puncak klasemen Liga Inggris. Terpeleset sedikit saja, Liverpool dan Arsenal—yang memiliki jumlah angka saja tapi berselisih gol—siap menyalip mereka. Chelsea dan Tottenham Hotspur yang berada pada posisi empat dan lima juga siap menggusur mereka karena hanya berjarak satu angka dari puncak klasemen.

    Setelah menghadapi West Brom, Guardiola harus kembali memutar otaknya dengan keras karena klubnya akan menyambut Barcelona dalam ajang Liga Champions. Laga ini sangat penting bagi Guardiola secara pribadi. Kenapa? Para petinggi Manchester City mengontrak pelatih asal Spanyol itu karena dianggap bisa membawa City setidaknya mengimbangi Barcelona, yang selalu menjadi momok bagi City dalam kompetisi tertinggi sepak bola Benua Biru.

    Kekalahan 4-0 pada laga pertama sudah membuat keyakinan para petinggi dan suporter Manchester City goyah kepada Guardiola. Jika kembali kalah, apalagi dengan skor besar, keyakinan mereka terhadap mantan pelatih Barcelona itu kemungkinan akan tumbang. 

    Tiga hari setelah menjamu Barcelona, Stadion Etihad akan kedatangan Middlesbrough. Sekali lagi, Sergio Aguero cs harus tancap gas dalam Liga Inggris untuk membuat jarak dengan para pesaingnya. 

    Tiga rangkaian laga penting itulah yang mungkin membuat Guardiola khawatir untuk menurunkan kekuatan penuhnya pada laga melawan Manchester United, dinihari tadi. Dia bukan hanya mengkhawatirkan kebugaran para pemain, tapi juga tak ingin para pemain City bertumbangan karena cedera. 

    FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.