Sriwijaya Kalah 0-1 dari Persipura, Ini Kata Widodo C. Putro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Widodo Cahyono Putro. TEMPO/ Panca Syurkani

    Widodo Cahyono Putro. TEMPO/ Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Palembang--Sriwijaya FC gagal memenuhi ambisinya untuk mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala, Jayapura, Ahad, 30 Oktober 2016. Bermain dihadapan pendukung tim mutiara hitam, gawang Sriwijaya  kebobolan pada babak kedua waktu normal.

    Meski kalah, pelatih Sriwijaya Widodo Cahyono Putro tetap mengapresiasi kerja keras Firman Utina dan kawan-kawan dalam  lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championships itu.  "Kami juga ada peluang mencetak gol. Namun, penyelesaian kurang baik," kata Widodo.

    Menurut Widodo pertandingan berjalan sangat menarik sehingga kedua kesebelasan sama-sama memiliki kesempatan menjebol gawang lawan. Namun keberuntungan kali ini berhasil diraih oleh Persipura dengan memanfaatkan peluang yang tercipta di depan gawang. "Firman memang baru diturunkan di babak kedua karena kondisinya kurang fit," ujar dia.

    Persipura bermain efektif, cepat dan agresif. Hal itu terbukti setelah beberapa kali serangan mereka hampir merobek gawang Sriwijaya FC. Puncaknya terjadi pada menit ke-81 ketika andalan tim tuan rumah Edward Junior Wilson berhasil menunjukkan kemampuannya dengan menjebol gawang Teja Pakualam. Kedudukan 1-0 bertahan hingga permainan berakhir.

    Anis Nabar, salah seorang pemain Sriwijaya FC, mengakui ketangguhan Persipura. Menurut Anis dia dan teman-temannya sudah bermain maksimal dengan target membawa poin dan memperbaiki peringkat.

    Buktinya ada sejumlah peluang emas yang berhasil diciptakan oleh Sriwijaya. Namun Anis mengakui keunggulan tuan rumah. "Saya sebenarnya ada peluang namun persipura bermain lebih baik," katanya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.