Hadapi Copenhagen, Leicester Kejar Sejarah di Liga Champions

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Leicester City, Islam Slimani meluapkan kegembiraannya setelah mencetak gol ke gawang Porto, dalam pertandingan Liga Champions Grup G di Stadion King Power, Leicester, Inggris, 28 September 2016. Leicester menang 1-0. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Pemain Leicester City, Islam Slimani meluapkan kegembiraannya setelah mencetak gol ke gawang Porto, dalam pertandingan Liga Champions Grup G di Stadion King Power, Leicester, Inggris, 28 September 2016. Leicester menang 1-0. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kemenangan Leicester City melawan FCK Copenhagen di Stadion Telia Parken, Kopenhagen, Denmark, Kamis dinihari nanti, akan menjadi kado terindah bagi pelatih Claudio Ranieri, yang berulang tahun ke-65 pada 20 Oktober lalu.(Baca: Siaran Langsung Liga Champions Kamis Dinihari)

    Kemenangan yang menjamin langkah Leicester ke babak 16 besar Liga Champions Eropa bakal menjadi prestasi terbesar karier kepelatihan Ranieri.  “Ketika sebuah tim seperti Leicester tampil dalam Liga Champions untuk pertama kali, konsentrasi para pemain saya sangat, sangat tinggi,” kata Ranieri.

    Pelatih asal Italia ini mengucapkan hal tersebut setelah Leicester bermain 1-1 melawan tuan rumah Tottenham Hotspur dalam Liga Primer Inggris, Sabtu lalu.

    Tentu saja Ranieri ingin Leicester yang dibawanya memenangi Liga Primer musim lalu bisa tampil bagus di semua kejuaraan.

    Namun faktanya, klub berjulukan The Foxes ini masih terpuruk di Liga Primer. Mereka menempati urutan ke-11 dari 20 tim pada 10 laga perdana.

    Meski mencuri poin di kandang Tottenham dan mengalahkan Crystal Palace 3-1 dalam dua pertandingan liga domestik terakhir, banyak pihak memprediksi Leicester sulit bisa mempertahankan gelarnya.

    Sebaliknya, di Grup G Liga Champions, Leicester tampil meyakinkan dengan memenangi tiga pertandingan pertamanya sehingga memimpin klasemen.

    Dengan demikian, yang paling realistis buat Ranieri adalah memburu sejarah besar di Liga Champions sambil berusaha bertahan sebaik mungkin di Liga Primer.

    Untuk mencapainya, Ranieri punya beberapa pemain kunci, seperti kiper Kasper Schmeichel. Ia adalah salah satu kiper tim nasional Denmark dan rumah keluarganya hanya berjarak dua menit dari Stadion Telia Parken.

    Delapan pemain dari skuad Copenhagen adalah rekan-rekan Schmeichel di tim nasional Denmark. “Cara mereka bermain mungkin hampir sama dengan kami. Empat-empat-dua, sangat solid, kerja keras, dan sangat rajin,” katanya.

    Pelatih Copenhagen, Stale Solbakken, menilai melawan Leicester mereka butuh kebugaran maksimal. Ini sebabnya Solbakken marah ketika mereka masih harus bermain melawan FC Midtjylland di Liga Denmark, Minggu lalu.

    “Ini bunuh diri untuk sepak bola Denmark karena bermain buat satu pertandingan seperti ini pada Minggu malam,” kata pelatih asal Norwegia tersebut.

    “Lawan kami dalam Liga Champions, Rabu, bisa melakukan start persiapan pada Sabtu sebelumnya,” ia melanjutkan.

    Copenhagen akan berharap Federico Santander bisa melanjutkan kegemilangannya, yaitu mencetak enam gol dalam tujuh pertandingan terakhir.

    SKY SPORTS | THE SUN | ESPN | HARI PRASETYO

    Baca:
    Guardiola Berhasil Antar Man City Kalahkan Barcelona 3-1 
    Man City Kalahkan Barcelona 3-1, Ada 4 Kesimpulan Menarik
    Sempat Tertinggal 2 Gol, Arsenal Akhirnya Menang dan Lolos


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.