Southampton, Ujian Pertama Inter Milan Setelah Pecat De Boer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain Inter Milan setelah dikalahkan Sparta Praha pada pertandingan Piala UEFA di Rep. Ceko, 29 September 2016. AP/Petr David Josek

    Ekspresi pemain Inter Milan setelah dikalahkan Sparta Praha pada pertandingan Piala UEFA di Rep. Ceko, 29 September 2016. AP/Petr David Josek

    TEMPO.COJakarta - Stefano Vecchi langsung mendapat tugas berat. Sebagai pengganti sementara pelatih Frank De Boer yang dipecat Selasa kemarin, dia harus membawa timnya ke Southampton dalam Liga Europa.

    Manajemen Inter akhirnya kehilangan kesabaran dan menyudahi kerja sama dengan pelatih asal Belanda itu setelah Inter kalah 0-1 oleh Sampdoria dalam laga lanjutan Seri A, akhir pekan lalu. Atas rentetan kekalahan bersama De Boer, kini Inter harus puas duduk pada posisi ke-12 klasemen sementara Seri A.

    Vecchi pun bergerak cepat. Pelatih tim muda Inter Milan itu sudah bertemu pasukan senior dan memutuskan membawa 23 pemain untuk pertandingan di Stadion Saint Mary’s, Jumat dinihari nanti. 

    Sayangnya, Vecchi tak bisa membawa dua juru gedor Stevan Jovetic dan Rodrigo Palacio ke Inggris. Jovetic tak mendapatkan visa, sementara Palacio belum pulih dari cedera.

    Namun bisa jadi kondisi compang-camping malah membulatkan tekad Vecchi dan 23 pemainnya untuk tampil tanpa beban di Stadion Saint Mary’s. Seperti kata pepatah, “bola itu bulat”, maka masih ada kemungkinan bagi Inter untuk mengalahkan Southampton seperti dua pekan lalu di San Siro.

    Namun tuan rumah juga tak bisa dianggap sepele. Semangat balas dendam jelas berkobar di benak tuan rumah. Barisan anak asuh Claude Puel tentu ingin membalas kekalahan 0-1 di San Siro. Kekalahan seakan menjadi hal yang haram bagi kubu The Saint—julukan Southampton.

    Gelandang Southampton, Pierre-Emile Hojbjerg, meminta rekan-rekannya tak gentar menjamu salah satu raksasa Italia tersebut. Hojbjerg berharap timnya tidak minder dan terbawa permainan Inter.

    “Kami telah menunjukkan kemampuan kami, dan kami yakin bisa mengalahkan klub besar karena Southampton juga klub yang besar,” kata Hojbjerg.

    Menurut pemain 21 tahun asal Denmark itu, bertanding melawan Inter Milan merupakan kesempatan langka bagi pemain dan tim. “Jadi kami harus menikmatinya. Tim terbaiklah yang akan menang, dan kamilah tim itu,” ujar Hojbjerg.

    Southampton membutuhkan kemenangan saat menjamu Inter besok malam. Tambahan tiga angka akan memperbesar peluang klub ini lolos babak knockout Liga Europa pertamanya sejak 2004. 

    Karena itu, Hojbjerg dan barisan pemain The Saint meminta semua suporter memberikan teriakan dukungan paling riuh di Stadion Saint Mary’s, Kamis malam. “Jika kami kalah, ini menjadi langkah mundur bagi klub,” tutur Hojbjerg.

    THE DAILYMAIL | MIRROR | FOOTBALL ITALIA | INDRA WIJAYA 

    Baca:
    Ronaldo Temui Penggemar yang Bangkit dari Koma karena Golnya
    Alasan Mourinho Akhiri Masa Pengasingan Schweinsteiger
    Bale Cetak Gol Tercepat, Real Madrid Ditahan Legia 3-3
    Mourinho Didenda dan Dilarang Dampingi MU dalam Satu Laga  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.