Arsenal Vs Tottenham, Wenger: Bukan Sekadar Derby

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal Francis Coquelin berebut bola dengan pemain Tottenham Hotspur, Danny Rose saat bertanding di Liga Premier Inggris di stadion White Hart Lane di London, Inggris, 5 Maret 2016. AP Photo

    Pemain Arsenal Francis Coquelin berebut bola dengan pemain Tottenham Hotspur, Danny Rose saat bertanding di Liga Premier Inggris di stadion White Hart Lane di London, Inggris, 5 Maret 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Arsenal akan menjamu Tottenham Hotspur di Stadion Emirates dalam laga bertajuk Derby London, Ahad malam. Laga itu, menurut manajer mereka Arsene Wenger, lebih dari sekadar laga tim sekota.

    Alasannya, Tottenham akan menjadi lawan pembuka dari tiga laga berat Arsenal bulan ini. Manchester United dan Paris Saint-Germain akan menanti “kubu meriam” dari London itu pada akhir bulan nanti setelah jeda laga internasional

    “Ini lebih dari sekadar derby. Ini laga penting bagi kami karena merupakan pertandingan besar dan kami memiliki kesempatan untuk menunjukkan apa yang kami kejar di Liga Inggris,” tutur Wenger. “Kami akan menghadapi rentetan pertandingan besar dan berambisi memenangi semuanya.”

    Rentetan laga besar ini memang akan menjadi ujian bagi The Gunners. Musim ini, mereka mencatatkan rekor 16 laga tak terkalahkan di semua kompetisi. Satu-satunya kekalahan yang dialami Arsenal terjadi dalam laga pembuka saat menjamu Liverpool.

    Dari 16 laga itu, Arsenal memang baru sekali menang atas tim kekuatannya bisa dikatakan setara dengan mereka, yakni saat membungkam Chelsea, 3-0.

    Kini Arsenal berada di posisi kedua klasemen dengan nilai 23 dari 10 laga. Adapun Tottenham berada di posisi kelima dengan nilai 20.

    GUARDIAN | ESPNFC | DAILYSTAR | STANDARD | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.