Edy Rahmayadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI 2016-2020

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi memberi arahan kepada Prajurit Batalion Infantri Para Raider 330 Kostrad saat akan diberangkatkan dalam Satgas Pam (Pengamanan) perbatasan RI-Papua Nugini melalui Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, 9 Mei 2016. TEMPO/Subekti

    Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi memberi arahan kepada Prajurit Batalion Infantri Para Raider 330 Kostrad saat akan diberangkatkan dalam Satgas Pam (Pengamanan) perbatasan RI-Papua Nugini melalui Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, 9 Mei 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Edy Rahmayadi secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2016-2020. Edy mendapatkan suara terbanyak dalam Kongres PSSI yang berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 10 November 2016.

    Edy mendapatkan dukung 76 suara. Di urutan kedua ada Moeldoko dengan 23 suara. Sedangkan kandidat lain, Eddy Rumpoko, hanya mendapat satu suara. Tujuh suara dari total 107 suara dinyatakan tidak sah.

    "Dengan ini, hasil saya nyatakan sah," kata Ketua Komite Pemilihan PSSI Agum Gumelar, Kamis ini.

    Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengatakan mengucapkan selamat kepada Ketua PSSI terpilih. "Kami mengucapkan selamat kepada Pak Edy Rakhmayadi yang telah terpilih," ucap Gatot melalui pesan WhatsApp, Kamis ini.

    Gatot yang hadir dalam Kongres PSSI mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan ucapan tersebut secara langsung. Tak hanya kepada Edy, Gatot juga memberikan ucapan selamat kepada Moeldoko. "Pak Moeldoko yang secara kesatria bisa menerima kekalahan tersebut," ujarnya.

    ANTARA | INDRA WIJAYA | RINA WIDIASTUTI

    Baca juga:
    Menteri Pemuda dan Olahraga Tidak Hadiri Kongres PSSI, Kenapa?

    Tak Dapat Pengampunan, Djohar Arifin Tinggalkan Kongres PSSI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.