Begini Proses Terpilihnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. wikipedia.org

    Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia sudah sampai pada tahapan pemilihan ketua umum. Sebanyak 107 pemilik suara melakukan pemungutan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komite Pemilihan PSSI Agum Gumelar.

    Hasilnya, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020. "Edy Rahmayadi memperoleh 76 suara," kata Agum di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

    Pesaing Edy, Jenderal (purnawirawan) Moeldoko meraih 23 suara. Sedangkan Eddy Rumpoko hanya mengantongi satu suara. "Sisa tujuh suara dianggap tidak sah karena salah mencentrang surat suara," ucap Agum.

    Agum sempat menghentikan sebentar proses perhitungan suara. Musababnya, para pendukung Edy Rahmayadi mulai bersorak merayakan kemenangan ketika jenderal bintang tiga itu hampir memperoleh 50 persen suara atau sekitar 54 suara. "Mari kita tuntaskan sampai 100 persen," ujar Agum.

    Ada sembilan calon Ketua Umum PSSI. Mereka adalah Benhard Limbong, Djohar Arifin Husin, Eddy Rumpoko, Tonny Apriliani, Edy Rahmayadi, Moeldoko, Erwin Aksa, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Sarman El Hakim.

    Erwin Aksa dan Tony Apriliani memilih mengundurkan diri sebelum pemungutan suara dimulai. Calon ketua umum berkurang satu lagi setelah Djohar Arifin Husin dinyatakan gugur oleh PSSI lantaran pembatalan pemutihan namanya yang pernah dijatuhi sanksi oleh PSSI.

    "Saya ingin melihat PSSI maju dan melihat sepak bola kembali ke masa kejayaan. Saya harap pemimpin baru amanah, dan saya dukung Moeldoko jadi Ketum PSSI," tutur Erwin saat pamit mundur sebelum pemungutan suara.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.