Senin, 19 November 2018

Komite Eksekutif PSSI Terpilih, 4 Orang Bukan dari Kubu 85  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta kongres pemilik suara memasukkan surat suara pada sesi pemilihan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam Kongres PSSI di Ancol, Jakarta Utara, 10 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Peserta kongres pemilik suara memasukkan surat suara pada sesi pemilihan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam Kongres PSSI di Ancol, Jakarta Utara, 10 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia akhirnya selesai memilih 12 anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2016-2020. Mereka akan membantu kerja Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal Edy Rahmayadi serta dua Wakil Ketua Umum PSSI: Joko Driyono dan Iwan Budianto.

    Dua belas anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut adalah Hidayat, Yunus Nusi, Condro Kirono, Gusti Randa, Pieter Tanuri, Juni Ardianto Rachman, As Sukawijaya, Johar Lin Eng, Refrizal, Dirk Soplanit, Verry Mulyadi, dan Papat Yunisal.

    Edy Rahmayadi berencana langsung mengajak 12 anggota Komite Eksekutif PSSI bekerja. "Seusai kongres malam ini, kami akan langsung mulai rapat," kata Edy di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis malam, 10 November 2016.

    Ketua Umum dan dua Wakil Ketua Umum PSSI berasal dari Kelompok 85. Ini adalah perkumpulan pemilik suara PSSI yang mengusung Edy Rahmayadi.

    Namun, dalam Komite Eksekutif PSSI, ada empat anggota yang bukan berasal dari Kelompok 85. Mereka adalah Juni Ardianto Rachman, As Sukawijaya, Verry Mulyadi, dan Papat Yunisal

    "Tidak menjadi masalah, kami siap bekerja," kata Gusti kepada Tempo, Kamis, 10 November 2016.

    Sementara itu, Papat Yunisal mengaku bangga bisa mewakili perempuan di Komite Eksekutif PSSI. "Saya harap bisa semangati prestasi sepak bola perempuan Indonesia," ucap Yuni.

    Adapun Ketua Komite Pemilihan PSSI Agum Gumelar meminta pengurus pusat terpilih bekerja dengan semangat reformasi.

    Agum meminta pengurus PSSI meninggalkan semua nilai buruk sepak bola Indonesia sebelumnya. "Seperti arogansi dan pengaturan skor," ujar Agum. "Tapi jangan malu melanjutkan kinerja positif pemimpin sebelumnya."

    INDRA WIJAYA



     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.