Gerrard Tampik Tawaran Jadi Manajer di MK Dons

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Robbie Keane (kiri belakang), Steven Gerrard (kiri), dan David Beckham menyaksikan pertandingan basket NBA di Los Angeles, 3 April 2016. Tiga pesepakbola ternama ini asyik menyaksikan pertandingan antara LA Lakers dan Boston Celtics. AP/Mark J. Terrill

    Pesepakbola Robbie Keane (kiri belakang), Steven Gerrard (kiri), dan David Beckham menyaksikan pertandingan basket NBA di Los Angeles, 3 April 2016. Tiga pesepakbola ternama ini asyik menyaksikan pertandingan antara LA Lakers dan Boston Celtics. AP/Mark J. Terrill

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan kapten Inggris dan Liverpool Steven Gerrard mengatakan masih terlalu dini bagi dirinya untuk memulai karir manajerialnya, setelah menolak peluang untuk menggantikan Karl Robinson di klub strata ketiga Milton Keynes Dons.

    Gelandang berusia 36 tahun itu, yang telah meninggalkan klub Liga AS Los Angeles Galaxy, meninggalkan Liverpool pada 2015 setelah mencatatkan 710 penampilan dalam 17 tahunnya untuk klub yang bermarkas di Merseyside itu, di mana ia membawa Si Merah memenangi delapan trofi.

    "Saya masih memerlukan sedikit waktu untuk mempertimbangkan hal menarik apa yang dapat dilakukan selanjutnya," kata Gerrard, yang merupakan pemain peringkat keempat dalam rekor membela timnas Inggris, kepada BT Sport.

    "Saya berbicara kepada MK Dons. Saya melakukan pembicaraan dengan ketuanya, itu merupakan pekerjaan yang sangat menarik untuk orang lain namun itu terlalu dini bagi saya. Namun itu benar, saya telah berbicara kepada mereka."

    Media Inggris mengatikan Gerrard, yang saat ini berusaha untuk mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA A -- lisensi tertinggi peringkat kedua yang tersedia -- dengan kepindahan ke Celtic dan Newcastle United, serta kembali ke Anfield sebagai bagian dari staf kepelatihan. Demikian laporan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.