Nasib Bale Setelah Cedera Berat dan Harus Dioperasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Real Madrid, Gareth Bale merayakan golnya usai menjebol gawang Legia Warsaw dalam penyisihan Grup F Liga Champion di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, 18 Oktober 2016. REUTERS

    Pemain Real Madrid, Gareth Bale merayakan golnya usai menjebol gawang Legia Warsaw dalam penyisihan Grup F Liga Champion di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, 18 Oktober 2016. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Gareth Bale dijadwalkan menjalani operasi pergelangan kaki (engkel) pada pekan depan untuk memperbaiki tendon yang cedera. Dengan demikian, ia dipastikan absen saat Real Madrid melawan Sporting Gijon akhir minggu ini serta menghadapi Barcelona di laga El Clasico, 3 Desember nanti.

    Pemain timnas Wales itu mengalami cedera ketika Madrid menang dengan skor tipis 2-1 atas tuan rumah Sporting Lisbon, Selasa kemarin, yang memastikan klub ibu kota Spanyol tersebut lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa. “Real Madrid Sanitas Medical Services memutuskan Gareth Bale harus dioperasi setelah dinyatakan mengalami diskolasi traumatik tendon peroneal di pergelangan kaki kanannya,” demikian pernyataan Real Madrid, Kamis. 

    Operasi itu akan dilakukan di Rumah Sakit Raja Edward VII di London pada 29 November oleh dokter James Calder, di bawah supervisi dua dokter klub, Jesus Olmo and Mikel Aramberri.

    Pemain 27 tahun tersebut mencetak tujuh gol dan memberikan assist tiga gol dalam 16 laga awal Madrid musim ini dalam semua kompetisi. Tidak disebutkan berapa lama kemungkinan Bale harus menepi akibat cedera yang tergolong berat itu.

    Real Madrid asuhan pelatih asal Prancis, Zinedine Zidane, tengah memimpin klasemen Divisi Primer La Liga Spanyol dengan nilai 30, atau empat angka di depan peringkat kedua sekaligus juara bertahan FC Barcelona.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.