Pesawat Pembawa Pemain Sepak Bola Brasil Jatuh di Kolombia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/B Mathur

    REUTERS/B Mathur

    TEMPO.CO, Bogota - Sebuah pesawat yang membawa 81 penumpang dan kru, termasuk tim sepak bola dari Brasil, The Chapecoense, jatuh saat mendekati kota Medellin, Kolombia. Insiden tersebut diumumkan oleh Asosiasi Penerbangan Sipil Kolombia melalui situs resminya, Senin malam, 28 November 2016.

    Pesawat yang lepas landas dari Bolivia sekitar pukul 22.00 waktu setempat itu dilaporkan jatuh di atas wilayah pegunungan Antioquian yang berjarak sekitar 22 mil dari Bandara Internasional José María Córdova di Rionegro, Medellin.

    Menurut laporan BBC pada Selasa, 29 November 2016, anggota penyelamat sedang berusaha  mengevakuasi para penumpang dari daerah tempat British Aerospace 146 milik maskapai Bolivia Lamia tersebut jatuh. 

    Tim The Chapecoense termasuk diantara 72 penumpang dan sembilan awak dalam pesawat tersebut. Tim itu hendak melakukan pertandingan final leg kedua melawan tim asal Medellin, Atletico Nacional, dalam ajang Copa Sudamericana, ajang bergengsi level kedua antara klub-klub sepak bola Amerika Selatan.

    Asosiasi Penerbangan Sipil Kolombia mengatakan bahwa sejauh ini terdapat enam penumpang yang dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

    "Dikonfirmasi, bahwa ada yang selamat dari pesawat dengan nomor lisensi CP2933 yang membawa tim @ChapecoenseReal," kicau pihak Bandara Jose Maria Cordova de Rionegro di Twitter.

    Pihak bandara juga menyebutkan bahwa tidak ada api yang terlihat dari pesawat tersebut sehingga tim penyelamat mengatakan bahwa dapat menemukan lebih banyak lagi korban selamat.

    Penyebab insiden belum diketahui dan masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Namun pihak bandara menyebutkan bahawa kemungkinan cuaca buruk yang menyebabkan pesawat itu jatuh di wilayah pegunungan tersebut.

    BBC | USA TODAY | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.