Pesawat Klub Chapecoense Jatuh, Nacional Rela Serahkan Trofi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto terakhir pemain dan kru klub sepakbola Chapecoense dari Brasil sebelum pesawatnya jatuh di Kolombia. Pesawat yang membawa 81 penumpang termasuk tim sepak bola tersebut jatuh di pegunungan Kolombia. Twitter.com

    Foto terakhir pemain dan kru klub sepakbola Chapecoense dari Brasil sebelum pesawatnya jatuh di Kolombia. Pesawat yang membawa 81 penumpang termasuk tim sepak bola tersebut jatuh di pegunungan Kolombia. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Kolombia, Atletico Nacional de Medellin, meminta konfederasi sepak bola Amerika Selatan (Conmebol) menyerahkan gelar juara Copa Sudamericana, turnamen antarklub Amerika Selatan level kedua setelah Copa Libertadores, kepada klub Brasil, Chapecoense.

    Hampir semua pemain Chapecoense meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat carteran LaMia Airlines milik Bolivia yang membawa mereka terbang menuju Medellin, Kolombia, pada Selasa dinihari, 29 November 2016, untuk menjalani pertandingan leg pertama final Copa Sudamericana melawan Nacional.

    Baca: Pesawat Rombongan Pemain Bola Jatuh, Brasil Berkabung 3 Hari

    “Atletico Nacional memohon kepada Conmebol untuk memberikan gelar juara Copa Sudamericana 2016 kepada Chapecoense FA, yang mengalami kecelakaan fatal yang membuat olahraga kami berkabung,” bunyi pernyataan klub juara Copa Libertadores 1989 dan 2016 itu dalam website resminya.

    “Chapecoense akan selamanya menjadi juara Copa Sudamericana 2016."

    Pertandingan final leg pertama sedianya digelar pada Kamis pagi, 1 Desember 2016, WIB di Stadion Anatasio Girardot, markas Nacional, di Kota Medellin. Sedangkan leg kedua digelar di Arena Conda, markas Chapecoense, di Kota Chapeco, Brasil, persis sepekan kemudian.

    Baca: Kisah Anak Manajer Klub Brasil yang Selamat dari Kecelakaan

    Namun kecelakaan di hutan menjelang pesawat mendarat di Bandara Jose Maria Cordova di Medellin itu menewaskan 19 dari 22 pemain Chapecoense, sehingga dua pertandingan tersebut mustahil dapat dilaksanakan.

    Chapecoense didirikan pada 1973, jauh lebih muda dibanding klub-klub legendaris Brasil, seperti Botafogo (didirikan pada 1895), Gremio (1903), Atletico Mineiro (1908), Corinthians (1910), Santos (1912), Palmeiras (1914), Cruzeiro (1921), atau Sao Paulo (1930).

    Jika Conmebol menyetujui permohonan penyerahan gelar dari Nacional, ini akan menjadi titel juara perdana Chapecoense di kancah sepak bola internasional. Chapecoense kini menghuni peringkat kesembilan Seri A Brasil dengan nilai 52, tertinggal 22 poin oleh Palmeiras di pucuk klasemen.

    BISNIS

    Baca:
    Walcott Mendadak Tajam, Ternyata Janji Istri Jadi Pemacunya
    Conte dan Guardiola Beda Gaya, Siapa Bakal Jadi Pemenang?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.