Timnas Vs Vietnam, Kuncinya Matikan Cong Vinh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Le Cong Vinh. Globalmanagement.com

    Le Cong Vinh. Globalmanagement.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Le Cong Vinh, 30 tahun, bakal menjadi magnet bagi barisan gelandang dan bek tim nasional Indonesia dalam laga semifinal Piala AFF putaran pertama melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, nanti malam.

    Maklum, Cong Vinh merupakan ujung tombak tertajam Bintang Emas—julukan Vietnam. Selama babak penyisihan Grup B Piala AFF 2016, Cong Vinh mengemas dua gol saat melawan Myanmar dan Kamboja.

    Dua gol itu otomatis mempertebal pundi-pundi gol Cong Vinh selama membela tim nasional Vietnam. Dia membukukan 51 gol dari 83 kali membela Vietnam.

    Cong juga pernah menggetarkan jala gawang Indonesia dalam laga uji coba menjelang Piala AFF, 8 November lalu. Sumbangan satu gol pada menit ke-43 itu membuat Vietnam menang 3-2 atas Indonesia di kandang sendiri.

    Tekadnya mencetak gol sebanyak mungkin dalam laga semifinal semakin bulat untuk membawa Vietnam ke partai puncak. Cong Vinh, yang berencana pensiun dari tim nasional seusai Piala AFF 2016, ingin memperoleh kado manis perpisahan dengan rekan dan pelatih tim nasionalnya.

    Rencana pensiun Cong dari tim nasional cukup membuat pencinta sepak bola Vietnam murung. Bahkan pengamat sepak bola Vietnam menilai striker klub Becamex Binh Duong itu masih sanggup bermain untuk tim nasional meski sudah berusia 30 tahun.

    Baginya, ketika berencana gantung sepatu, dia seperti melihat rekaman kariernya di dunia sepak bola. Ia masih ingat betul kala pertama kali dipanggil tim nasional ketika masih berumur 18 tahun.
     
    ”Sepak bola telah membawa banyak hal, termasuk kehormatan bagi saya dan keluarga,” kata Cong Vinh. “Saya mencintai sepak bola. Saya akan kehilangan banyak hal setelah pensiun, dan saya pasti menangis.”

    Pelatih tim Indonesia, Alfred Riedl, pun memuji penyerang kelahiran 10 Desember 1985 itu. Riedl, yang pernah mengasuh Vietnam pada 2003 dan 2004–2007, membawa tim itu ke babak semifinal Piala AFF pada 2007. Saat itu, Cong sukses mencetak tiga gol.

    ”Saya mengenal dia secara profesional selama 13 tahun. Menurut saya, dia pemain bagus,” kata Riedl.

    Dia pun memasukkan Cong Vinh ke daftar target yang harus dijinakkan oleh anak didiknya dalam laga Rabu malam, 3 Desember 2016. Riedl menyiapkan sejumlah cara untuk sekadar menjauhkan Cong Vinh dari bola. “Sulit menghentikan dia, tapi kami akan tetap mencobanya.”

    DAN VIET | INDRA WIJAYA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?