Hadapi Vietnam, Riedl Nilai Timnas Punya Keuntungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Indonesia mberbinang dengan pemain dalam latihan uji coba lapangan Stadion Pakansari menjelang semifinal AFF di Stadion Pakansari, 2 Desember 2016. Laga tersebut akan berlangsung pada Sabtu malam. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Pelatih Timnas Indonesia mberbinang dengan pemain dalam latihan uji coba lapangan Stadion Pakansari menjelang semifinal AFF di Stadion Pakansari, 2 Desember 2016. Laga tersebut akan berlangsung pada Sabtu malam. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan menghadapi Vietnam dalam laga kedua semifinal Piala AFF di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Rabu, 7 Desember 2016, mulai pukul 19.00 yang disiarkan RCTI. Timnas hanya butuh hasil seri untuk lolos ke final.

    Kepastian itu didapat setelah timnas menang 2-1 pada pertemuan pertama. Kemenangan atas Vietnam itu menandai performa Indonesia yang terus meningkat setelah sebelumnya dikalahkan Thailand 4-2, ditahan Filipina, dan menang atas Singapura 2-1.

    Pelatih timnas, Alfred Riedl, menyatakan hasil dari babak penyisihan itu membuat Indonesia kurang diunggulkan saat kembali menghadapi Vietnam. "Kadang hal itu justru menguntungkan," ucap pelatih asal Austria ini.

    Riedl mengatakan sangat mengesankan Indonesia mampu melaju meski dengan persiapan seadanya serta ketidakpastian. "Kini kami nothing to lose," ucapnya. "Kami akan menghadapi Vietnam yang kuat, yang kami kalahkan pada laga pertama. Tapi kami akan memulai lagi dan menghadapi tantangan berat berikutnya."

    Ia menilai tampilan timnya terus membaik. "Semoga ini terus berlanjut," ujarnya.

    Sebelumnya, Vietnam sudah sekali menjadi juara dan sekali runner-up. Sedangkan torehan terbaik Indonesia adalah empat kali menjadi runner-up.

    AFFSUZUKCUP | NURDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.