Laga Terakhir ISC, Persija Waspadai Dua Pemain Bali United  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak Bola Persija Jakarta Jose Adolfo Guerra Argote (bawah) melakukan selebrasi bersama rekannya Rezaldi Hehanusa usai mencetak gol ketika bertanding melawan Persela lamongan pada laga Torabika Soccer Championship di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 13 Mei 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pesepak Bola Persija Jakarta Jose Adolfo Guerra Argote (bawah) melakukan selebrasi bersama rekannya Rezaldi Hehanusa usai mencetak gol ketika bertanding melawan Persela lamongan pada laga Torabika Soccer Championship di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 13 Mei 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) memasuki laga terakhir. Persija Jakarta dan Bali United akan menjalani pertandingan terakhirnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu, 17 Desember 2016.

    Pelatih Persija, Muhammad Zein Al Haddad, mengatakan pertemuan terakhir ini juga sekaligus ajang reuni dengan rekan baiknya, juru taktik Bali United, Indra Sjafri. "Kami harapkan hasil terbaik ditentukan 2 x 45 menit. Saat pertandingan, kami (Muhammad Zein dan Indra Sjafri) rival. Tapi, seusai pertandingan, kami akan berpelukan lagi," ucapnya saat jumpa media di Kuta, Jumat, 16 Desember 2016.

    Menurut dia, Bali United menjelang akhir kompetisi semakin penting untuk diwaspadai. Demikian juga skuad asuhannya yang berhasil menggulung PSM dengan skor akhir 1-0 pada Sabtu, 10 Desember 2016, di Stadion Andi Mattalata. "Maka pertandingan pasti akan menarik," ujarnya.

    Pelatih yang akrab disapa Mamak itu menuturkan yang perlu diantisipasi dari skuad asuhan Indra Sjafri adalah para pemain muda yang bermain kolektif dan penuh semangat tinggi. "Ini yang kami waspadai karena cukup berbahaya," ujarnya.

    Ia mengatakan dua pemain yang penting untuk diwaspadai adalah Syakir Sulaiman dan Fadil Sausu. "Syakir mantan pemain didikan saya di timnas U-23. Sedangkan Fadil tendangan-tendangannya terukur, sangat bagus," ucapnya

    Bagi dia, jadwal laga yang mendadak berubah menjadi dimajukan satu hari tidak mengganggu persiapan tim asuhannya. "Mungkin saya dan para pemain semua bimbang, karena pertandingan berbarengan final timnas di AFF," ujarnya sambil tertawa.

    Adapun Indra Sjafri menuturkan pertandingan kontra Persija menjadi evaluasi terakhir 28 pemain yang menghuni skuad berjulukan Serdadu Tridatu itu. "Saya diberi tugas melakukan pekerjaan lima tahun di Bali United. Mudah-mudahan proses itu berjalan baik," katanya. " Kami tidak akan memelihara (pemain) yang tidak terbaik."

    Menurut dia, Persija bukan lawan yang mudah untuk dihadapi. "Di bawah komando Mamak Al Haddad, dengan segala keterbatasan, mereka mampu," ucapnya. Mengenai jadwal laga yang dimajukan satu hari, Indra menganggap tidak ada masalah untuk persiapan tim.

    Namun, mengingat pertandingan Bali United vs Persija berbarengan dengan laga final leg kedua AFF antara Indonesia vs Thailand, ia berharap tidak mengurangi jumlah pendukung Bali United yang hadir ke Stadion Kapten I Wayan Dipta.

    "Saya tahu persis suporter Bali United semakin ada kemajuan, dari jumlah, visi-misi, sampai fanatisme kepada klub. Suporter juga bisa sambil streaming (di handphone) menonton (final AFF)," ujarnya sambil tersenyum.

    BRAM SETIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.