Rizky Pora dan Hansamu Yama, Dua Idola Baru Timnas Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizki Rizaldi Pora (kanan). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Rizki Rizaldi Pora (kanan). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Rizky Rizaldy Pora dan Hansamu Yama Pranata seketika menjadi idola baru sepak bola Indonesia. Rizky dan Hansamu adalah aktor utama kesuksesan tim nasional Indonesia menumbangkan Thailand dengan skor 2-1 di laga final putaran pertama Piala AFF 2016 di stadion Pakansari, Bogor, Rabu lalu.

    Gol kedua pemain klub Barito Putera itu membuka peluang Indonesia mengangkat trofi Piala AFF untuk pertama kalinya. Tim Garuda hanya butuh hasil imbang melawan Thailand di leg kedua, di stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu malam ini.

    Sepasang gol Indonesia terbilang sensasional dan menguras emosi pendukung Tim Garuda. Indonesia yang awalnya tertinggal 0-1 dari Thailand lewat sundulan striker maut Teerasil Dangda di menit ke-33, mampu membalikkan keadaan di babak kedua.

    Tepatnya di menit ke 65, Rizky Pora menderible bola dengan cepat hingga melewati satu pemain Thailand. Seketika dia menyepak bola dari luar kotak penalti Thailand. Laju bola yang sempat mengenai punggung bek Thailand mengecoh kiper Kawin Thamsatchanan.

    Bagi Rizky, gol tersebut seakan menebus kesalahan-kesalahan yang ia lakukan di babak pertama. Ini juga menjadi gol pertama Rizky setelah 13 kali membela tim nasional sejak 2014.

    Sementara untuk skuad Indonesia, gol Rizky bagai nyanyian Indonesia Raya kedua yang membangkitkan semangat mereka mengalahkan Thailand. Buktinya, tak sampai lima menit, Indonesia berbalik memimpin. Bek Hansamu Yama sukses mengkonversi sepak pojok Rizky Pora menjadi gol lewat sundulannya. Seisi stadion Pakansari berpesta.

    Ketika wasit asal Jepang Jumpei Lida meniup peluit panjang, Rizky justru tertunduk di lapangan. Pemain 27 tahun itu menangis. Dia masih tak percaya satu gol dan satu umpannya mengantarkan Indonesia selangkah lagi juara Piala AFF.

    "Gol ini saya persembahkan untuk orang tua dan keluarga dan datang ke stadion menonton saya bertanding" kata Rizky usai pertandingan, Rabu lalu.

    Selanjutnya: Dipuji Media Luar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.