Costa Absen di Satu Laga Chelsea, Matic: Masih Ada Batshuayi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker Chelsea, Diego Costa melakukan selebrasi usai menjebol gawang West Bromwich saat bertanding di liga Primer Inggris di stadion Stamford Bridge di London, Inggris, 11 Desember 2016. AP Photo

    Striker Chelsea, Diego Costa melakukan selebrasi usai menjebol gawang West Bromwich saat bertanding di liga Primer Inggris di stadion Stamford Bridge di London, Inggris, 11 Desember 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta – Gelandang Chelsea, Nemanja Matic, yakin Michy Batshuayi bisa menggantikan peran Diego Costa yang tidak bisa bermain selama satu pertandingan karena akumulasi lima kartu kuning.

    Batshuayi, yang baru ditransfer dari Olympique de Marseille pada awal musim 2016/2017, belum sekali pun mencatatkan namanya di “starting eleven” Chelsea di musim ini.

    “Ketika memiliki Costa dalam tim, memang sulit sekali mendapatkan tempat karena dia bermain sangat baik dan mencetak gol. Namun saya yakin Michy siap mengambil kesempatannya karena sudah bekerja keras setiap hari,” kata Matic kepada London Evening Standar, seperti dikutip Reuters, Selasa, 20 Desember 2016.

    Batshuayi, pemain Belgia yang baru tampil sebanyak 13 kali untuk Chelsea dan mencetak tiga gol, dianggap Matic sudah belajar banyak dari Diego Costa.

    “Tentu saja dia mengambil keuntungan dari bekerja bersama Costa. Sama seperti tujuh tahun lalu ketika saya pertama kali tiba di Chelsea, saya beruntung bisa menyaksikan bagaimana Frank Lampard, Michael Ballack dan Michael Essien bermain.

    Begitu pula Michy. Dia dapat belajar banyak ketika melihat Diego Costa bermain, bagaimana dia bergerak. Itu pengalaman yang sangat bagus untuknya,” ujar Matic.

    Selain Diego Costa, gelandang NGolo Kante terkena larangan bermain dengan alasan yang sama. Untuk menghadapi peringkat ke-10 Bournemouth di Stadion Stamford Bridge dalam laga “Boxing Day”, posisi Kante diyakini akan diisi Cesc Fabregas untuk mendampingi Matic di barisan tengah Chelsea.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.