Klub Raksasa Eropa Ikut Tertular Demam 'Om Telolet Om'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Om Telolet Om. youtube.com

    Om Telolet Om. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah ucapan "Om Telolet Om" begitu cepat merambah dunia. Setelah DJ asal Rusia, Anton Zaslavski alias Zedd, berkicau di Twitter, ucapan itu diikuti rekan-rekan DJ lain, seperti Martin Garixx dan Hardwell.

    Kini, seruan yang biasa diteriakkan anak-anak di jalur Pantura kepada sopir bus agar membunyikan klaksonnya itu ikut meracuni dunia sepak bola. Bahkan klub-klub sepak bola raksasa, seperti Real Madrid dan Inter Milan, ikut larut dalam euforia "Om Telolet Om".

    Di Facebook, akun resmi Real Madrid C.F mengunggah foto pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo, tengah memegang dua trofi, yakni penghargaan sebagai pemain terbaik Ballon d'Or dan trofi Piala Dunia Antarklub. Yang menarik, dalam keterangan foto itu, mereka menyapa Indonesia lengkap dengan emoticon bendera merah putih.

    "Halo Indonesia! Om Telolet Om," tulis akun Facebook Real Madrid dalam keterangan foto yang diunggah pada Rabu, 21 Desember 2016 kemarin.

    Klub sepak bola lain juga tak ketinggalan. Melalui akun Instagram F.C Internazionale Milano, diunggah foto bus mewah Inter Milan yang sedang terparkir. Di unggahan foto bus itu, mereka menuliskan "Om telolet om #ForzaInter".

    Seruan "Om telolet om" berawal dari keisengan anak-anak remaja Jepara yang berkumpul di pinggir jalan. Berdasarkan video di Youtube, mereka membawa kertas karton bertuliskan "Om telolet om" yang diarahkan kepada setiap bus antar kota antar provinsi (AKAP).

    Mereka berharap supir bus mau membunyikan klakson yang disebut berbunyi 'telolet'. Usai bus lewat dan terdengar suara klakson, dalam video tersebut, anak-anak itu tertawa kegirangan karena sopir menuruti keinginan mereka membunyikan klakson.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.