Ronaldihno: Barcelona Ingin Boyong Coutinho dari Liverpool  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liverpool's Philippe Coutinho, right, celebrates scoring his side's fourth goal of the game with Sadio Mane during their Premier League match Liverpool versus Hull City at Anfield, Liverpool, England, Sept. 24, 2016. (Dave Howarth/PA via AP)

    Liverpool's Philippe Coutinho, right, celebrates scoring his side's fourth goal of the game with Sadio Mane during their Premier League match Liverpool versus Hull City at Anfield, Liverpool, England, Sept. 24, 2016. (Dave Howarth/PA via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta – Penyerang legendaris asal Brasil, Ronaldinho, menyatakan Barcelona ingin memboyong Phillipe Coutinho dari Liverpool. Menurut dia, petinggi mantan klub yang pernah dibelanya itu sangat mengagumi Coutinho.

    “Dia merupakan salah seorang pemain terhebat di Eropa musim ini dan saya tahu banyak petinggi Barcelona yang mengagumi dia,” ujarnya.

    “Liverpool mungkin akan menahannya, mereka harus membangun tim dengan dia sebagai pusatnya. Ketika Anda bermain dengan level seperti itu, akan selalu ada ketertarikan dari klub lain,” ucap Ronaldinho.

    Coutinho merupakan motor serangan utama Liverpool saat ini. Dia telah mencetak enam gol dan enam assist dalam 14 laga. Namun dia absen dalam tiga laga terakhir karena mengalami cedera.

    Ronaldo mengatakan sangat menyukai permainan gelandang serang hasil didikan akademi klub Vasco Da Gama, Brasil, itu. Dia pun berharap Coutinho menunjukkan performa terbaiknya setelah pulih dari cedera.

    “Saya harap ketika dia kembali dari cedera dia akan meneruskan performa seperti yang telah dia tunjukkan musim ini bersama Liverpool,” katanya.

    Selain Barcelona, mantan pemain Inter Milan itu disebut menarik perhatian Real Madrid. Namun Liverpool tak akan melepas gelandang 24 tahun itu dengan mudah. Coutinho sendiri masih terikat kontrak dengan Liverpool hingga 2020.

    THE SUN | FEBRIYAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.