PSSI Bahas Nasib Alfred Riedl di Kongres Tahunan Bulan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Alfred Riedl memimpin latihan Tim Nasional Indonesia Senior di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 9 Agustus 2016. Antara)

    Pelatih Alfred Riedl memimpin latihan Tim Nasional Indonesia Senior di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 9 Agustus 2016. Antara)

    TEMPO.COSurabaya - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Letnan Jenderal Edy Rahmayadi mengatakan nasib pelatih tim nasional Alfred Riedl akan ditentukan dalam Kongres Tahunan PSSI pada 8 Januari 2017 di Bandung.

    "Tunggu saja, nanti tanggal 8 Januari soal Riedl," kata Edy saat berkunjung ke Gedung Graha Pena Surabaya, Rabu, 28 Desember 2016.

    Dalam kongres tahunan itu, kata dia, kinerja Riedl selama membesut tim nasional dalam turnamen Piala AFF dievaluasi. Ditanya kemungkinan Riedl dipertahankan atau dilepas, Edy enggan memastikan. "Tunggu saja," katanya.

    Edy menuturkan, tim nasional bisa dilatih oleh pelatih asing atau lokal. Yang jelas, kata dia, PSSI akan memutuskan nama pelatih berdasarkan kinerja dia selama melatih. "Kami ada dana untuk mengontrak pelatih asing yang berprestasi, jadi tidak perlu khawatir soal anggaran," ujarnya.

    Dalam kongres tahunan PSSI, dibahas pula nasib tujuh klub, termasuk Persebaya Surabaya, yang selama ini dicoret dari kompetisi nasional. Selain itu, pelaksanaan ASEAN Games dan Sea Games akan dibahas dalam kongres tersebut.

    Posisi Riedl belum jelas setelah perhelatan Piala AFF beberapa waktu lalu. Pelatih asal Austria itu dianggap berprestasi, karena hanya dengan persiapan selama tiga bulan, Riedl mampu membawa Indonesia ke final Piala AFF. Tim Merah Putih gagal menjadi juara karena dikalahkan Thailand dengan agregat skor 3-2.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.