Kemenpora Minta Pertanggungjawaban Kompetisi ISC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto Sambangi KPK untuk Meminta Kejelasan Status Hambalang, Senin, 28 Maret 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto Sambangi KPK untuk Meminta Kejelasan Status Hambalang, Senin, 28 Maret 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga menagih pertanggungjawaban pelaksanaan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 yang dipromotori PT Gelora Trisula Semesta (GTS) karena pelaksanaannya telah tuntas.

    Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Rabu, 28 Desember 2016, mengatakan pertanggungjawaban pelaksanaan kompetisi sangat penting karena akan dijadikan bahan referensi pemerintah dan PSSI untuk menggelar kompetisi musim 2017.

    "Kompetisi ini berlangsung berdasarkan rekomendasi dari Kemenpora tertanggal 18 April. Jadi kami mempunyai hak untuk mengingatkan agar laporan kegiatan segera dilaporkan ke Menpora. Surat sudah kami kirimkan," katanya.

    Gatot, yang juga menjabat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, ini menjelaskan, selama ini pihaknya sudah proaktif menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas sejumlah insiden selama ISC 2016, seperti kejadian konflik di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta antara suporter Jakmania dan aparat Polda Metro Jaya. Selain itu, kerusuhan saat pertandingan PSS Sleman melawan Persinga.

    Pemerintah juga turun tangan terkait dengan validitas sejumlah pemain asing yang sempat menjadi kontroversi atas dasar data dari Save Our Soccer (SOS). Semuanya direspons dengan baik oleh GTS, dan untuk itu pihaknya meminta pertanggungjawaban terbaik ISC 2016.

    Pertanggungjawaban yang diminta pemerintah, kata Gatot, di antaranya untuk mengetahui sejauh mana tingkat fair play setiap klub, sejauh mana tanggung jawab setiap tuan rumah dalam menyelenggarakan pertandingan, serta sejauh mana pemberlakuan FIFA Safety Guidelines bisa diterapkan.

    "Kami juga ingin mengetahui sejauh mana kewajiban finansial klub terhadap pemainnya dapat dipenuhi. Selain itu, sejauh mana hak siar dapat diterapkan secara konsisten dan transparan," kata Gatot.

    Meski saat ini meminta pertanggungjawaban pelaksanaan ISC, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mengakui bahwa pelaksanaan kompetisi ini tidak mudah karena berlangsung saat pembekuan PSSI berlangsung. Kompetisi ini juga dinilai cukup efektif untuk mengisi kekosongan sebelum kompetisi resmi digelar.

    Dengan adanya pencabutan pembekuan PSSI dari pemerintah dan pencabutan sanksi FIFA, geliat kompetisi bakal digelar oleh PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi. Sesuai dengan rencana, kompetisi resmi bakal digelar pada Maret 2017.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.