Begini Nasib Pemain Naturalisasi, Lebih Terkenal karena Film

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Bachdim merayakan gol bersama dua rekannya saat Timnas Indonesia mengalahkan Malaysia 3-0 dalam uji coba di Solo, Selasa malam, 6 September 2016. Twitter/@PSSI_IFA

    Irfan Bachdim merayakan gol bersama dua rekannya saat Timnas Indonesia mengalahkan Malaysia 3-0 dalam uji coba di Solo, Selasa malam, 6 September 2016. Twitter/@PSSI_IFA

    TEMPO.CO, Jakarta - Naturalisasi pemain sepak bola memang bukanlah barang haram. Negara-negara Eropa bahkan banyak yang sudah menggunakan pemain naturalisasi. Misalnya Spanyol yang menaturalisasi penyerang Diego Costa dari Brasil karena memiliki darah negeri matador itu.

    Di Indonesia sendiri, naturalisasi mulai digalakan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia pada 2010. Cristian Gonzales menjadi proyek pertama pemain naturalisasi di  tanah air. Setelah itu, tercatat setidaknya 9 pemain mengikuti jejak Gonzales.

    Naasnya, proyek naturalisasi tak selalu berhasil. Banyak yang diantaranya justru melempem permainannya hingga akhirnya terdepak dari tim nasional bahkan terdepak dari tim di Liga Indonesia. Berikut daftar pemain naturalisasi dan kiprahnya kini di sepak bola Indonesia.




    1. Cristian Gonzales

    Kiprah Gonzales di sepak bola tanah air bisa dibilang sangat mentereng. Dia pernah 4 kali menjadi pencetak gol terbanyak Liga Indonesia bersama Persik Kediri, Persib Bandung, serta dua kali bersama Arema Cronus.  

    Mendapat naturalisasi pada 2010, pemain asal Uruguay ini mampu memberikan harapan pada suporter tim nasional Indonesia. Kiprahnya bersama tim garuda di Piala AFF 2010 sangat baik. Dia berhasil membawa tim garuda menembus partai final setelah mencetak 2 gol kemenangan Indonesia di dua laga semi final melawan Filipina.

    Sayangnya, Gonzales cs harus menyerah pada Malaysia pada partai puncak. Kemenangan 2-1 pada laga kedua di Stadion Gerlora Bung Karno tak mampu membawa tim garuda meraih gelar perdana di ajang AFF karena kalah 3-0 pada laga pertama di Malaysia.

    Karirnya di tim nasional Indonesia kini meredup karena usianya yang tak lagi muda. Pria berusia 40 tahun ini tak menjadi pilihan Alfred Riedl di ajang Piala AFF 2016.



    2. Irfan Bachdim

    Memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Noval Bachdim, Irfan mendapat naturalisasi pada 2010. Dia memilih melepaskan status kewarganegaraan Belanda yang didapatkannya dari darah sang ibu, Hester van Dijk, dan membela tim nasional Indonesia.

    Pemilik nama panjang Irfan Haarys Bachdim itu, langsung mendapatkan perhatian karena mencetak gol pada laga debutnya bersama tim nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2010. Irfan mencetak 1 dari 5 gol Indonesia saat membenamkan Malaysia pada fase Grup. Duetnya bersama Cristian Gonzales sempat membuat suporter tim garuda optimis bahwa Indonesia akan meraih gelar perdana Piala AFF.

    Namun keberuntungan belum berpihak bagi suami dari Jeniffer Kurniawan itu. Pada laga kedua melawan Laos Irfan mengalami cedera yang membuat dia absen pada sisa kejuaraan itu.

    Setelah Piala AFF 2010, Bachdim memutuskan hijrah ke Indonesia untuk bermain bersama Persema Malang. Namun karirnya di klub kota Apel itu tak berjalan mulus. Permainannya juga tak berkembang bahkan cenderung menurun ketimbang saat dia berkarir di Belanda.

    Tiga tahun di Persema, Bachdim loncat ke klub Thailand, Chonburi FC. Di sana dia menghabiskan satu musim sebelum terbang ke Jepang untuk bermain bersama Ventforet Kofu. Hingga kini, dia bermain di Jepang namun untuk klub Consadole Sapporo.

    Sepanjang karirnya, pria 28 tahun ini tercatat telah  telah mencetak 10 gol bagi tim nasional Indonesia dalam 29 laga. Bersama Gonzales, dia tercatat sebagai salah satu pemain naturalisasi paling sukses.

    3. Kim Jeffrey Kurniawan

    Kim Jeffrey Kurniawan juga merupakan pemain naturalisasi yang sebenarnya disiapkan PSSI untuk ajang Piala AFF 2010. Namun proses pemberkasan yang lamban membuat dia gagal tampil bersama Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales pada ajang itu.

    Karir Kim di sepak bola Indonesia dimulai ketika dia bergabung bersama Persema Malang pada 2011 lalu. Dua musim di sana, Kim lalu hijrah ke Pelita Bandung Raya dan mengarungi tiga musim. Kini Kim bermain untuk Persib Bandung.

    Di tim nasional, Kim baru mendapat kesempatan membela tim garuda pada laga persahabatan melawan Myanmar, 30 Maret 2015 lalu. Permainannya yang dinilai tak terlalu spesial bahkan membuat dia tak banyak mendapat panggilan ke tim nasional. Dia tercatat baru 2 kali berkostum merah putih.

    Adik ipar Irfan Bachdim itu lebih terkenal karena film. Ya, parasnya yang lumayan ganteng membuat Kim sudah membintangi 2 judul film, Tendangan dari Langit dan Aku Cinta Kamu.

    4. Diego Michiels

    Lahir dari pasangan Indonesia-Belanda, Robbie Michiels dan Annet Kloppenberg, Diego menjadi WNI pada Maret 2011. Saat itu usianya baru menginjak 21 tahun.

    Dia hijrah dari Belanda untuk bermain bersama tim Pelita Jaya Jawa Barat dan langsung memperkuat tim nasional Indonesia yang berlaga di South East Asia Games 2011 di Palembang.

    Karir Michiels di lapangan hijau tak terlalu mentereng. Dia justru lebih terkenal karena memacari sejumlah artis seperti Julia Perez dan Nikita Willy.  
    Wataknya yang tempramental juga membuat dia pernah merasakan dinginnya tembok penjara. Dia ditangkap polisi karena menganiaya seorang pengunjung klub malam.

    November tahun lalu Michiels kembali berhubungan dengan hukum. Dia menganiaya manajer sebuah klub malam di Samarinda, Haryanto. Penganiayaan itu terjadi setelah Pusamania Borneo FC memecatnya karena ulahnya menendang pemain Semen Padang pada ajang Indonesia Soccer Championship.



    5. Tonny Cusell

    Tonny Harry Cusell Lilipaly juga merupakan proyek naturalisasi asal Belanda. Mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 2012 lalu, pria yang kini berusia 33 tahun itu hanya sebentar mewarnai sepak bola Indonesia.

    Tonny hanya pernah bermain di Barito Putera pada musim 2014-2015 sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Belanda. Keberadaannya di tim nasional pun tercatat hanya sepanjang ajang Piala AFF 2012 dimana Indonesia terhenti pada babak grup. Kini Tonny dikabarkan bermain untuk tim amatri negeri kincir angin.

    6. Stefano Lilipaly

    Sepupu dari Tonny Cusell ini mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 2011, namun baru membela tim nasional Indonesia pada 2013. Laga debut di tim nasional Indonesia melawan Filipina pada laga persahabatan dilalui Lilipaly dengan cukup baik. Dia mencetak 1 assist yang membuat Indonesia menang 2-0 kala itu.

    Sempat bermain untuk Persija Jakarta pada 2015, Lilipaly kembali ke Belanda setelah Liga Indonesia terhenti karena pembekuan PSSI oleh pemerintah. Kini dia bermain di klub divisi dua Belanda, Telstar.

    Lilipaly bisa disebut sebagai idola baru suporter tim garuda. Performanya bersama tim nasional Indonesia pada ajang Piala AFF 2016 lalu cukup meyakinkan. Lilipaly diperkirakan masih akan bisa memperkuat skuad merah putih hingga beberapa tahun ke depan mengingat usianya kini baru 26 tahun.   

    7. Jhonny van Beukering.

    Keputusan PSSI untuk memberikan naturalisasi kepada Jhonny van Beukering menuai kontroversi. Mendapat kewarganegaraan pada Oktober 2011, Jhonny dinilai banyak pihak tak akan berkontribusi banyak pada tim nasional Indonesia. Tubuhnya yang gempal dan kondisi fisiknya yang tka fit membuat pemain ini justru menjadi cemoohan suporter tim garuda.

    Benar saja, karirnya di tim nasional Indonesia hanya sebatas pada Piala AFF 2012. Indonesia tumbang pada fase grup dan karir Beukering bersama Pelita Jaya FC pun tumbang. Sempat kembali ke Belanda, kini nasib Beukering bak ditelan bumi.

    8. Raphael Maitimo

    Sama seperti van Beukering dan Tonny Cusell, Maitimo dianggap sebagai salah satu proyek gagal naturalisasi pemain. Dia menjalani debutnya pada ajang Piala AFF 2012 dimana Indonesia gagal total.

    Sejak saat itu, dia tercatat sudah 19 kali membela Indonesia namun baru menyumbangkan 4 gol, sebuah catatan yang minim untuk seorang penyerang.

    Di dunia persepakbolaan Indonesia, karir permain berdarah Padang itu juga tak bisa dibilang cemerlang. Meskipun sempat membela sejumlah tim elite seperti Persija Jakarta dan Sriwijaya FC, torehan gol Maitimo terbilang sangat sedikit. Musim ini dia bermain untuk Arema Cronus dan hanya mencetak 2 gol dalam 30 laga.

    9. Greg Nwokolo

    Sama seperti Cristian Gonzales, Nwokolo mendapatkan naturalisasi karena sudah lama berkiprah di sepak bola Indonesia. Pemain berusia 31 tahun ini sudah mengenal sepak bola Indonesia sejak 2004 ketika bergabung bersama Sriwijaya FC.  

    Dia dikenal sebagai ujung tombak yang tajam sehingga mampu memikat tim-tim elit Indonesia seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, hingga Persebaya Surabaya.

    Greg mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada Oktober 2011, namun baru memperkuat tim nasional pada 2013 pada ajang kualifikasi Piala AFC 2015. Torehan golnya di tim nasional yang tak sederas di liga membuat pelatih-pelatih tim garuda tak melirik Greg. Pria asal Nigeria itu pun tercatat baru 6 kali membela Indonesia.

    10. Victor Igbonefo

    Pemain asal Nigeria ini juga menjalani proses naturalisasi karena kiprahnya yang telah lama di dunia sepak bola Indonesia. Lima tahun membela Persipura Jayapura, bek yang terkenal tak mau kompromi ini mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 2010.

    Tetapi kesempatan baginya bermain untuk tim nasional Indonesia baru terjadi pada 2013 lalu. Pemain berusia 31 tahun ini sebenarnya mendapat panggilan untuk bermain pada Piala AFF 2016 lalu, namun Igbonefo yang kini merumput di Thailand tak memenuhi panggilan itu tanpa alasan yang jelas.

    BERBAGAISUMBER|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.