Pemerintah Cina Larang Klub Jorjoran Rekrut Pemain Mahal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oscar disambut gembira oleh penggemarnya dan suporter tim SPIG usai tiba di Shanghai Pudong International Airport, di Shanghai, China, 2 Januari 2017. REUTERS

    Oscar disambut gembira oleh penggemarnya dan suporter tim SPIG usai tiba di Shanghai Pudong International Airport, di Shanghai, China, 2 Januari 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina akan membatasi kegilaan klub-klub di negeri itu dalam mendatangkan para pemain bintang. Juru bicara Kementerian Olahraga menyebutkan pihaknya akan membuat batas tertinggi anggaran klub dalam membeli pemain.

    Dalam beberapa pekan belakangan, persepakbolaan Cina memang mengguncang dunia. Tak sampai satu minggu, rekor gaji pemain sepak bola di dunia pecah lagi di sana.

    Baca juga: Kalah oleh Bilbao, Barcelona Salahkan Wasit

    Dimulai dari Oscar yang dibeli Shanghai SIGP dengan nilai transfer 52 juta pound sterling, kemudian dilewati Carlos Tevez yang dibeli Shanghai Shenhua. Di sana, dia mendapatkan gaji 615 ribu pound sterling atau sekitar Rp 10 miliar setiap pekan.

    Dunia sepak bola di sana memang menggiurkan. Tak mengherankan bila Tevez menjilat ludahnya sendiri. Saat memutuskan pulang ke Argentina dan bergabung dengan Boca Junior, dua musim lalu, dia menyatakan Boca, klub pertamanya, adalah terminal terakhirnya sebelum memutuskan pensiun. Maklum, usia bekas pemain Manchester City itu sudah 32 tahun.

    Tapi uang mengubah segalanya. "Sepak bola memuakkan. Banyak orang bicara tentang sepak bola hanya karena uang. Saya benci soal itu," kata Tevez beberapa tahun lalu. Nyatanya, dia mengubah semua rencananya dan parkir di Liga Super Cina. Kontras memang.

    Kecaman terhadap upaya agresif dari klub-klub di sana bukannya tak ada. Antonio Conte, Manajer Chelsea, salah satu yang tak terlalu suka akan fenomena pembelian jorjoran klub-klub itu.

    Meski mendapatkan keuntungan besar dari penjualan Oscar, dia menyebutkan klub-klub kaya Cina bisa membahayakan klub-klub sepak bola lain. Hal itu karena akan sangat banyak pemain yang lebih memilih bermain di Cina ketimbang di liga lain.

    Untuk itu, bekas pelatih tim nasional Italia itu menyarankan Federasi Sepak Bola Cina membatasi pemain-pemain asing yang bermain di sana. Tentu liga ini berbeda dengan Liga Utama Sepak Bola Amerika Serikat (MLS) yang menjadi pelabuhan terakhir para pemain sepak bola sebelum pensiun. Liga Super Cina berhasil menarik minat para pemain muda yang sebenarnya bisa menancapkan karier di klub-klub besar dengan persaingan dan atmosfer yang hebat.

    GUARDIAN | DAILY MAIL | MIRROR | IRFAN BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?