Oscar Buka-bukaan Soal Transfer dari Chelsea ke Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oscar disambut gembira oleh penggemarnya dan suporter tim SPIG usai tiba di Shanghai Pudong International Airport, di Shanghai, China, 2 Januari 2017. REUTERS

    Oscar disambut gembira oleh penggemarnya dan suporter tim SPIG usai tiba di Shanghai Pudong International Airport, di Shanghai, China, 2 Januari 2017. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Mantan gelandang Chelsea, Oscar, membantah anggapan bahwa keputusan dia untuk bergabung dengan Shanghai SIPG di Liga Super Cina merupakan kemunduran dalam kariernya. Namun dia mengakui bahwa faktor uang sangat berpengaruh pada keputusannya hijrah ke Cina. 

    Oscar menyatakan, setelah merasakan atmosfer Shanghai SIPG, dia yakin Liga Super Cina akan mampu bersaing dengan liga-liga terbaik lainnya di muka bumi. "Saya kira di Cina mereka membuat proyek besar bagi saya dan semua pemain hebat yang datang ke sini. Saya sangat yakin, pada masa depan, Liga Super Cina akan menjadi salah satu liga terbesar di dunia," ujarnya. "Saya kira ini bukanlah langkah mundur."

    Oscar hijrah ke Cina setelah kalah bersaing di skuad Chelsea asuhan Antonio Conte. Dia mengakui dirinya tergiur berlabuh di Cina karena faktor tawaran gaji yang menggiurkan. Di Cina, Oscar mendapat bayaran 24 juta euro atau sekitar Rp 337 miliar per tahun. 

    Meski begitu, dia menilai faktor uang sebagai sesuatu yang wajar. Bahkan, menurut dia, banyak pemain hebat ingin bermain di Liga Europa semata karena tawaran gaji yang menggiurkan. "Hal ini terjadi pada setiap pemain. Jika bukan karena uang, saya tak akan tinggalkan Brasil," katanya. 

    "Ketika Anda pergi ke Eropa, Anda pergi karena uang dan juga karena klub yang baik. Dan di Shanghai, proyek yang mereka lakukan adalah ingin menjadi salah satu liga terbaik di dunia," tuturnya. "Tentu saja transfer ini baik bagi saya, keluarga, dan juga semua orang yang terlibat di dalamnya." 

    Oscar menambahkan, dia tak membutuhkan waktu lama untuk memutuskan hijrah ke Cina. Dia tak berpikir bahwa kepindahannya ke Cina akan menutup pintu tim nasional Brasil baginya. 

    "Keputusan itu tak membutuhkan waktu lama. Semua orang menganggapnya sebagai kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Jadi itu adalah sebuah keputusan yang cepat," ucapnya. "Saya kira keputusan saya ini tak akan menjadi masalah. Jika saya bermain baik untuk tim, saya akan masuk ke tim nasional tanpa ada masalah." 

    THE SUN | FEBRIYAN

    Baca:
    Cetak Gol ke-100 untuk Barcelona, Suarez Ungguli Messi
    5 Fakta Penting Kemenangan Barcelona atas Athletic Bilbao
    Arema Gagal Rekrut Irfan Bachdim
    13 Eks Pemain Timnas U-19 Perkuat Bhayangkara FC



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?