Madrid Torehkan Rekor tanpa Ronaldo, Ada 3 Fakta Penting  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Real Madrid, Zidane Zidan memberikan semangat pada tim asuhannya saat berlaga melawan Eibar dalam laga lanjutan La Liga pekan ke-32 di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 9 April 2016. REUTERS

    Pelatih Real Madrid, Zidane Zidan memberikan semangat pada tim asuhannya saat berlaga melawan Eibar dalam laga lanjutan La Liga pekan ke-32 di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 9 April 2016. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Real Madrid berhasil melaju ke babak perempat final Copa del Rey setelah bermain 3-3 di kandang Sevilla, Jumat dinihari, 13 Januari 2017. Los Blancos lolos dengan keunggulan agregat 6-3.

    Berikut ini tiga kesimpulan penting dari keberhasilan itu.

    1. Real Madrid ungguli Barcelona
    Hasil seri itu sekaligus memastikan Madrid menorehkan rekor baru di kompetisi Spanyol dengan catatan 40 kali tak terkalahkan, termasuk 9 kali seri. Mereka memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Barcelona di bawah arahan Luis Enrique.

    2. Cristiano Ronaldo penting, tapi...
    Rekor dan keberhasilan lolos ini diraih tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo yang diistirahatkan. Dengan memainkan banyak pemain pelapis, Madrid pun terlihat kedodoran dan sempat dua kali diungguli lawan. Tim tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Danilo. Madrid sempat bisa menyamakan kedudukan lewat pemain berusia 20 tahun, Marco Asensio. Tapi Sevilla berbalik unggul lagi lewat Stevan Jovetic dan Vicente Iborra. Untungnya, Sergio Ramos bisa memperkecil kedudukan dan mencetak gol ke-77 sepanjang kariernya. Lalu gol Karim Benzema, yang masuk sebagai pengganti, memastikan Madrid bisa menorehkan rekor. 
    Tanpa Ronaldo, juga Gareth Bale yang cedera, Madrid memang tak sehebat biasa, tapi mereka mempunyai banyak pemain pelapis hebat, termasuk yang masih berusia muda.
    Ini susunan pemain Madrid saat melawan Sevilla: Casilla; Danilo, Nacho, Ramos, Marcelo; Asensio, Casemiro, Kroos; Lucas (Carvajal 64), Morata (Benzema 76), Mariano (Kovacic 58).

    3. Efek Zidane sangat positif
    Zinedine Zidane benar-benar mampu membangkitkan kembali kebesaran Real Madrid. Tahun lalu, di musim pertamanya, ia mampu membawa tim itu menjadi juara Liga Champions. Musim ini, kehebatan Madrid justru kian meyakinkan, bahkan terus menguasai klasemen La Liga, meninggalkan para pesaingnya, termasuk Barcelona. Pendekatan personal dan cara melatih pria asal Prancis ini tampaknya mampu membuat ruang ganti Real Madrid, yang selama ini dikenal susah ditaklukkan, menjadi lebih nyaman.

    SOCCERWAY | NURDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.