Dimitri Payet Ogah Main, Bos West Ham Jadi Curiga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Prancis Dimitri Payet melakukan selebrasi usai menjebol gawang Swedia, dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup A di Paris, 12 November 2016. AP/Christophe Ena

    Pemain Prancis Dimitri Payet melakukan selebrasi usai menjebol gawang Swedia, dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup A di Paris, 12 November 2016. AP/Christophe Ena

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer West Ham, Slaven Bilic, kesal dengan sikap Dimitri Payet yang lagi-lagi menolak bermain dan terus menyatakan keinginannya untuk hengkang. Dia mencurigai ada klub lain yang telah membujuk Payet untuk segera hengkang dari The Hammers pada bursa transfer Januari ini.

    Payet menolak berlatih bersama West Ham pada Kamis waktu setempat dengan alasan mengalami cedera. Bilic menilai itu hanya alasan yang dibuat Payet. Dia pun mengirim pemain asal Prancis itu untuk menjalani pemeriksaan.

    "Saya memiliki masalah dengan pemain, Dimitri Payet. Dia ingin hengkang. Dia telah menolak bermain untuk kami. Kami tak akan menjual dia," ujarnya dalam konferensi pers usai sesi latihan Kamis.

    "Saya memilik tim untuk diatur dan dia kemungkinan telah didekati oleh klub lain. Hingga dia mengubah sikapnya dia tak akan berada dalam tim. Dia tak akan berlatih bersama kami. Ini bukan masalah uang. Saya marah," ujarnya.

    Bilic menilai sikap Payet itu bukanlah sikap seorang pemain profesional. Seharusnya, Payet menghormati kontraknya dengan West Ham yang telah memberikan segalanya. Namun pelatih asal Kroasia itu masih berharap Payet mengubah sikapnya itu.

    "Kami telah memberikan segalanya untuk dia. Tentu saja saya merasa telah dikhianati dan marah. Kami akan mempertahankan pemain terbaik kami dan saya berharap dia kembali dan menunjukan komitmen serta determinasinya kepada tim, seperti yang telah dilakukan tim kepada dia," ujarnya.

    Pria yang juga pernah membela West Ham saat masih menjadi pemain itu menambahkan bahwa Payet telah menyatakan keinginannya untuk hengkang sejak beberapa hari lalu. Namun dirinya belum siap melepasnya karena belum menemukan pengganti yang sepadan.

    "Semuanya bermula sejak 10 hari lalu. Saya berbicara kepada Presiden klub. Kami telah mengatakan berkali-kali bahwa kami tak ingin menjual pemain terbaik kami. Saya sangat kecewa. Saya yakin bahwa pemain ini telah didekati (klub lain)," kata Bilic.

    "Jujur, Dimitri Payet, ketika dia berada dalam performa terbaiknya, sangat sulit utnuk menggantikan kualitas yang dia miliki. Tetapi kami akan menggantikannya dengan pemain yang memiliki karakter, keinginan dan kualitas untuk membantu kami menggantikan dia," ujarnya.

    DAILYMAIL|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.