Mahrez dan Mane Sumbang Gol di Piala Afrika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Riyad Mahrez (kanan) merayakan golnya dalam pertandingan Liga Champions grup G antara Leicester City dan ClubBrugge di Stadion Jan Breydel, Brugge, Belgia, 15 September 2016. AP/Geert Vanden Wijngaert

    Riyad Mahrez (kanan) merayakan golnya dalam pertandingan Liga Champions grup G antara Leicester City dan ClubBrugge di Stadion Jan Breydel, Brugge, Belgia, 15 September 2016. AP/Geert Vanden Wijngaert

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua talenta terbaik Afrika, Riyad Mahrez dan Sadio Mane, mencetak gol dalam pertandingan Piala Afrika yang berlangsung pada Minggu, 15 Januari 2017.

    Mahrez, yang terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika pada awal bulan ini, dua kali mencetak gol untuk Aljazair, tapi timnya harus puas dengan hasil imbang 2-2 ketika melawan Zimbabwe dalam pertandingan pembukaan Grup B di Libreville.

    Mane, yang terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika peringkat ketiga, mengkonversi penalti untuk membuka jalan bagi Senegal menang 2-0 atas Tunisa dalam pertandingan yang dimainkan setelahnya, meski penampilan tim papan atas Afrika itu jauh dari meyakinkan.

    Kemenangan Senegal diraih lantaran banyak peluang yang disia-siakan tim lawan, seperti ketika Tunisia membuang sejumlah peluang setelah tampil dominan pada babak kedua.

    ”Kami kuat pada babak pertama, namun sedikit tergelincir setelah turun minum,” kata pelatih Senegal, Aliou Cisse, yang timnya menjadi salah satu favorit untuk menjuarai turnamen ini.

    Eksekusi penalti Mane pada menit ke-10, yang ditindaklanjuti tandukan kepala dari Kara Mbodji yang menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-30, membuat Tunisia menjadi tim pertama yang menelan kekalahan di turnamen ini setelah tiga pertandingan pembukaan berakhir imbang.

    Zimbabwe hanya terpaut delapan menit dari meraih kemenangan saat mereka kembali ke putaran final setelah absen 11 tahun, sebelum Mahrez menyamakan kedudukan.

    Penyerang Leicester City itu mencetak gol pertama, pada menit ke-12, melalui tembakan kaki kiri yang melintasi mulut gawang dan menuju sudut jauh.

    Namun Zimbabwe menampilkan permainan menyerang yang bagus dan menyamakan kedudukan dalam rentang waktu lima menit melalui Kudakwashe Mahachi dan kemudian berbalik unggul ketika Nyasha Mushkewi mengkonversi penalti pada menit ke-29.

    ”Anda menanyakan siapa yang merupakan favorit dan saya menjawab Zimbabwe,” kata pelatih Callisto Pasuwa kepada para pewarta setelah pertandingan.

    ”Anda semua tertawa. Namun di grup ini tidak ada tim kecil. Saya berharap satu angka ini saat melawan Aljazair akan memotivasi para pemain saya untuk tampil lebih baik dalam pertandingan selanjutnya melawan Senegal.”

    Pertandingan-pertandingan selanjutnya di Grup B akan diselenggarakan di Stade Franceville pada Kamis.

    Pada Selasa, juara bertahan Pantai Gading membuka upaya mereka mempertahankan gelar juara di Grup C di stadion baru di Oyem melawan Togo. Pertandingan kedua akan menampilkan Republik Demokratik Kongo melawan Maroko.

    ANTARA

    Baca:
    MU Vs Liverpool Seri, Mourinho dan Klopp Sempat Adu Mulut
    Kokoh di Puncak Klasemen, Chelsea Masih Diganggu Isu Costa
    Kemenpora Data Pemain untuk Dinaturalisas, Ini Kata PSSI
    Sevilla Beri Real Madrid Kekalahan Pertama dalam 41 Laga
    Heboh Costa Kesengsem Klub Cina, Conte: Uang Bukan Segalanya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.