Dimitri Payet Dianggap Memberontak, Mobilnya Dilempari Batu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Prancis, Dimitri Payet melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Rumania, dalam Piala Eropa grup A di Saint-Denis, Prancis, 10 Juni 2016. REUTERS/Lee Smith

    Pemain Prancis, Dimitri Payet melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Rumania, dalam Piala Eropa grup A di Saint-Denis, Prancis, 10 Juni 2016. REUTERS/Lee Smith

    TEMPO.COJakarta - Kembalinya Dimitri Payet ke Prancis sepertinya tak terhindarkan. Pemain ini mulai menerima perlakuan buruk.

    Daily Mail melaporkan, mobil Payet yang diparkir di luar rumahnya dilempari batu bata.

    Selain itu, Payet dikeluarkan dari grup WhatsApp West Ham. Daily Mail juga menulis bahwa pemain Prancis itu tidak diterima dengan baik di pertemuan-pertemuan tim dan acara makan malam.

    Pemain 29 tahun itu menolak bermain untuk West Ham. Selama menolak bermain, dia berlatih dengan tim U-23.

    Payet berkeinginan menyusul istrinya, Ludivine, dan tinggal di selatan Prancis. Klub asalnya, Marseille, telah memberi penawaran atasnya. Marseille juga menawarkan duit sejumlah 24 juta pound sterling atau Rp 412 miliar.

    Delapan belas bulan lalu, West Ham membeli Payet dari Marseille dengan harga 10,7 juta pound sterling. Manajer West Ham, Slaven Bilic, menegaskan, ia akan mempertahankan Payet sampai mereka mendapatkan penawaran yang lebih baik.

    "Pendirian Dimi jelas. Kami juga, dan itu tetap sama," kata Bilic. "Kami tidak akan menjual pemain terbaik kami dengan harga murah hanya karena seseorang ingin mengontraknya atau karena dia ingin pulang. Kami tahu pasar. Seperti semua orang, dia ada harganya."

    "Sekarang bola ada di Marseille. Mereka menunjukkan ketertarikan, sekarang mereka harus bertindak," ucap Bilic.

    DAILY MAIL | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.