Man United Kalah tapi Lolos ke Final, Begini Kata Mourinho  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengacungkan dua ibu jarinya diakhir pertandingan antara tim Seten Merah melawan Zorya Luhansk dalam laga Liga Eropa di Manchester, Inggris, 29 September 2016. Kemenangan ini membuat MU menduduki posisi tiga klasemen sementara Liga Eropa dengan perolehan tiga poin.  Getty Images

    Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengacungkan dua ibu jarinya diakhir pertandingan antara tim Seten Merah melawan Zorya Luhansk dalam laga Liga Eropa di Manchester, Inggris, 29 September 2016. Kemenangan ini membuat MU menduduki posisi tiga klasemen sementara Liga Eropa dengan perolehan tiga poin. Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Manchester United lolos ke final Piala Liga (EFL Cup) meskipun mengalami kekalahan 1-2 di kandang Hull City, Jumat dinihari WIB, 27 Januari 2017. United tetap lolos dengan skor agregat 3-2. 

    Hull, yang dalam empat pertandingan sebelumnya tak pernah bisa mencetak gol ke gawang United, kali ini bisa mendapatkan dua sekaligus, yakni lewat penalti Tom Huddlestone pada menit ke-35 dan Baye Oumar Niasse menit ke-85.

    Di antara kedua gol itu, United mendapat satu gol dari Paul Pogba pada menit ke-66. Gol itu mampu mengamankan jalan United ke final karena di laga sebelumnya sudah menang 2-0. 

    Keberhasilan United lolos ke babak final menjadi kado ulang tahun bagi Jose Mourinho, yang sehari sebelumnya genap berusia 54 tahun. Namun pelatih asal Portugal itu tampak murung seusai pertandingan. Maklum, di laga ini United harus mengakhiri catatan apiknya yang tak terkalahkan dalam 17 pertandingan sebelumnya.

    Mourinho juga tampak terganggu dengan keputusan wasit yang dinilai banyak merugikan timnya. Tuntutan United atas penalti di babak kedua ditolak Jon Moss. Di babak pertama, Hull justru mendapat tendangan penalti, yang akhirnya berbuah gol.

    "Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain saya, karena itu tak mudah untuk berada di final dan kami sudah berada di sana," kata Mourinho.

    Mourinho pun enggan berpanjang lebar membahas sumber kejengkelannya. "Saya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi, itu sudah cukup. Saya tenang, saya berperilaku baik di pinggir lapangan, tidak diusir (wasit), dan tidak perlu ada lagi kata-kata," katanya kepada Sky Sports.

    Mourinho telah mencapai final untuk keempat kalinya dan menang dalam setiap kesempatan sebelumnya (2005, 2007, dan 2015). Ia pun memegang rekor terbaik dalam tampilan di final pada kompetisi ini. 

    United, yang lolos ke final untuk kesembilan kalinya, akan menghadapi Southampton di Wembley pada Minggu, 26 Februari. Adapun Southampton sebelumnya menyingkirkan Liverpool.

    SOCCERWAY | NURDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.